Honda Hentikan Produksi Ridgeline hingga 2028 Demi Penyegaran Besar
Honda akan menghentikan produksi Ridgeline selama sekitar 18 bulan sebelum melakukan penyegaran besar.
Langkah ini diambil karena regulasi emisi yang lebih ketat memaksa Honda melakukan reset produk yang tidak biasa.
>>> Perang Iran Berdampak ke Toyota, Produksi RAV4 Dipangkas
Menurut laporan Auto News yang mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, Honda perlu menjeda produksi Ridgeline karena tidak dapat memenuhi persyaratan emisi.
Produksi truk mid-size di pabrik Alabama diperkirakan berakhir pada kuartal keempat 2026 dan akan dimulai kembali pada kuartal ketiga 2028.
Selama jeda produksi, Honda akan menggunakan kapasitas tambahan untuk memproduksi lebih banyak Passport dan Odyssey. Sumber mengatakan Honda juga akan memanfaatkan waktu tersebut untuk merombak total truknya.
Pembaruan Ekstensif untuk Ridgeline
Pembaruan yang direncanakan meliputi revisi gaya, perubahan komponen, dan mesin V6 yang direvisi untuk memenuhi persyaratan emisi yang lebih ketat.
Honda menolak berkomentar mengenai rencana masa depannya.
Seorang juru bicara Honda mengatakan kepada Carscoops bahwa "Ridgeline tetap menjadi model penting di lini kami dan salah satu model conquest teratas dengan daya tarik unik di segmen truk pickup.
>>> Trooper Arkansas Tergilas Angsa, Muncul Pertanyaan Hukum Federal
Ridgeline akan terus memainkan peran penting dalam lini produk kami sekarang dan di masa depan."
Penjualan Ridgeline selama ini tertinggal jauh dari pesaingnya.
Tahun lalu, Honda hanya menjual kurang dari 45.000 unit Ridgeline, sementara Toyota Tacoma terjual lebih dari 200.000 unit.
Pada kuartal pertama 2026, Honda menjual 10.980 Ridgeline, sementara Toyota menjual 69.263 Tacoma pada periode yang sama.
Laporan tersebut menggambarkan Honda berusaha menyeimbangkan beberapa masalah sekaligus, termasuk memperpanjang siklus produk di beberapa lini, perdebatan internal tentang masa depan Ridgeline, sumber daya yang sebelumnya terikat pada upaya EV, dan masalah pemasok.
>>> Voyah Passion S Siap Saingi Xiaomi YU7, Stellantis Bisa Bawa ke Eropa
Semua faktor ini tampaknya menciptakan celah produksi yang kini terungkap.
Update Terbaru
Julian Alvarez Beri Sinyal Ingin Tinggalkan Atletico Madrid
Rabu / 27-05-2026, 16:20 WIB
PT Mobil Anak Bangsa Rakit Mobil Listrik Mikro Solarky Sun V Berpanel Surya
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
OPPO Luncurkan Enco Clip2 dan Watch X3 untuk Pasar Indonesia
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Samsung Patenkan Dua Konsep HP Layar Gulung dan Sliding Terbaru
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Perguruan Tinggi Dituntut Sesuaikan Metode Pembelajaran untuk 2030
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Huawei Indonesia Salurkan 75 Hewan Qurban ke 15 Masjid
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Baby Driver 25 Mei 2026
Rabu / 27-05-2026, 16:18 WIB
Ssharad Sharaan dan Viva Westi Sutradarai Film Suamiku Lukaku
Rabu / 27-05-2026, 16:18 WIB
Gernot Rohr Akui Gagal Rayu Michael Olise Perkuat Timnas Nigeria
Rabu / 27-05-2026, 16:18 WIB
Cara Klaim Kode Redeem FF ShopeePay Diamond Gratis April 2026
Rabu / 27-05-2026, 16:17 WIB
Santos Tundukkan Deportivo Cuenca Tiga Gol Tanpa Balas di Brasil
Rabu / 27-05-2026, 16:15 WIB
Joe Mazzulla Resmi Raih NBA Coach of the Year 2025-2026
Rabu / 27-05-2026, 16:15 WIB
60 Kata Romantis Sepak Bola dan Cinta untuk Pasangan Pencinta Bola
Rabu / 27-05-2026, 16:14 WIB
Kisah Nada Zahrah, Remaja 19 Tahun Bangun Kedai Rumahan demi Bantu Keluarga
Rabu / 27-05-2026, 16:14 WIB






