Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat Tahun 2026 di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, pada Senin (26/5).

Pelaksanaan asesmen nasional tahun ini mencatat tingkat partisipasi sangat tinggi. Sebanyak 98,12 persen murid berhasil mengikuti ujian pada jadwal utama.

>>> DC Studios Siap Rilis Supergirl di Bioskop Indonesia Juni Mendatang

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Prof. Toni Toharudin, menyatakan bahwa TKA menghasilkan big data pendidikan skala nasional.

Data tersebut terpetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, dan kategori kompetensi peserta didik.

"Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data," ujar Toni. Ia menambahkan bahwa kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

BKPDM mencatat sebanyak 8.708.891 murid dari total 8.875.362 peserta terdaftar mengikuti TKA sesuai jadwal utama.

Sementara itu, jadwal susulan diikuti oleh 463.533 murid dari total 490.551 peserta.

Toni menegaskan bahwa TKA bukan alat untuk memberi label kepada daerah, sekolah, maupun murid.

Tes ini memberikan sinyal penting terkait penguatan kemampuan bernalar dan pemecahan masalah pada mata pelajaran Matematika.

"Kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari," tutur Toni.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik), Rahmawati, menambahkan bahwa capaian partisipasi tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran sekolah, orang tua, dan murid terhadap pentingnya asesmen untuk perbaikan mutu.

>>> KTM Solutions Tekankan Keseimbangan Bisnis dan Talenta di Manager Fest 2026

Sistem penskoran TKA menggunakan metode klasik skala nilai 0–100.

Seluruh paket soal telah melalui proses verifikasi serta validasi statistik, dan dilengkapi kategori capaian serta deskripsi kemampuan murid.