>>> BMKG Prakirakan Cuaca Bandung Besok: Hujan Ringan dan UV Ekstrem

Pada segmen HEMCE, manajemen menekankan diversifikasi operasional. Target perluasan bisnis difokuskan pada komoditas emas serta batu bara metalurgi atau coking coal.

Astra juga berencana mempercepat program penanaman ulang di sektor agribisnis melalui PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Target replanting ditingkatkan menjadi 8.000 hektare dari sebelumnya 4.000 hektare pada 2025. Perusahaan juga mempertimbangkan monetisasi lahan yang kinerjanya kurang optimal.

"Kami menilai langkah-langkah tersebut konsisten dengan pendekatan pengelolaan portofolio ASII yang kini lebih aktif dan disiplin," sebut Erindra.

Manajemen menargetkan total shareholder return yang mencakup kenaikan harga saham dan dividen pada kisaran belasan persen rendah.

"Target TSR ASII di kisaran belasan persen rendah merupakan sinyal positif bagi pemegang saham, terutama dibandingkan rata-rata imbal hasil tahunan selama 10 tahun terakhir yang hanya sekitar 6%," ungkap Erindra.

Target tersebut didukung oleh kebijakan rasio pembayaran dividen sebesar 45% sampai 50%. Perusahaan juga merencanakan pembelian kembali saham senilai Rp 8 triliun dalam 12 bulan ke depan.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII dengan target harga Rp 6.850 per saham.

Valuasi saham Astra dinilai masih atraktif dengan rasio forward price to earnings sebesar 7,2 kali.

>>> Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra dengan Pengisian Daya Cepat 100W

Namun, investor perlu memperhatikan risiko seperti pelemahan rupiah dan penurunan daya beli masyarakat.