Pemerintah Luncurkan Program Vokasi Nasional Rp2,12 Triliun
Pemerintah resmi meluncurkan Program Vokasi Nasional pada kuartal kedua 2026. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp2,12 triliun.
Program ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi. Tujuannya meningkatkan keterampilan industri masyarakat.
>>> Asus Luncurkan ROG Zephyrus G14, Laptop Gaming Tipis dengan AI
Proyeksi kepesertaan ditargetkan menjaring total 270 ribu orang. Rinciannya mencakup 220 ribu alumni SMK dan 50 ribu pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Rincian Program
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rincian sasaran dan anggaran.
"Program vokasi nasional itu ditargetkan untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang ter-PHK dengan anggaran Rp2,12 triliun," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan bahwa kurikulum pelatihan telah disesuaikan dengan kebutuhan industri. Pelaksanaan pembelajaran tersebar di berbagai balai latihan kerja di seluruh Indonesia.
"Program ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD," kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jumat (19/4/2026).
Di BBPVP Bandung, gelombang pertama diikuti 512 peserta.
>>> 105 Ucapan Idul Adha 2026 Terlengkap untuk Media Sosial dan Keluarga
Kompetensi yang diajarkan meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan kue, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD).
Metode pembelajaran menggunakan sistem project-based learning. Penerapannya langsung pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas.
Pihak balai telah mengoptimalkan fasilitas penunjang dan instruktur bersertifikasi.
Selama pendidikan, peserta mendapat fasilitas gratis berupa konsumsi harian, dana transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kementerian Ketenagakerjaan memproyeksikan target lebih luas sepanjang Tahun Anggaran 2026 melalui pendanaan APBN. Program ini diprioritaskan bagi lulusan pendidikan menengah atas tanpa dipungut biaya.
>>> Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Perdana Luce dengan Desain Ikonis Apple
"Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri," ujar Yassierli.
Update Terbaru
Bocoran Jadwal Peluncuran Galaxy SmartTag 3
Selasa / 14-07-2026, 23:43 WIB
5 Drama China Baru Tayang Paruh Kedua 2026 di WeTV, Ada Zhang Linghe hingga Ding Yuxi
Selasa / 14-07-2026, 23:43 WIB
Malaysia Tuan Rumah Konferensi Teknologi Baterai ASEAN 2026
Selasa / 14-07-2026, 23:42 WIB
Toyota Innova Tetap Terlaris, Penjualan Juni 2026 Turun 25,4%
Selasa / 14-07-2026, 23:42 WIB
OJK: Satgas Pasti Berhasil Kembalikan Rp196,9 Miliar Dana Korban Penipuan
Selasa / 14-07-2026, 23:42 WIB
Meutya Ungkap Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening Judol, Dibayar Rp500 Ribu
Selasa / 14-07-2026, 23:42 WIB
Redmi Note 17 Resmi Meluncur dengan Layar 7 Inci OLED dan Baterai 8.000 mAh
Selasa / 14-07-2026, 23:42 WIB
Otakon 2026 Hadirkan Art Director Latar Belakang Kazuki Higashiji
Selasa / 14-07-2026, 23:39 WIB
Suni Lee Umumkan Kembali ke Senam Elite untuk Olimpiade 2028
Selasa / 14-07-2026, 23:39 WIB
Macklin Celebrini Jadi Atlet Termuda di Sampul EA Sports NHL 27
Selasa / 14-07-2026, 23:39 WIB
Hakim Agung AS Minta Anggaran Keamanan Lebih Besar Akibat Ancaman Meningkat
Selasa / 14-07-2026, 23:38 WIB
Lima Aktris Kulit Hitam Hidupkan Kembali Karakter Panggung Whoopi Goldberg
Selasa / 14-07-2026, 23:37 WIB
Atlet Senam AS Bersiap untuk Olimpiade 2028 dengan Comeback Elite
Selasa / 14-07-2026, 23:37 WIB
Warren Buffett Hentikan Donasi ke Yayasan Bill Gates
Selasa / 14-07-2026, 23:37 WIB







