>>> Malam Takbir Idul Adha 2026 Jatuh Petang Ini, Ini Amalan yang Dianjurkan

Bobot kendaraan yang mencapai 2.260 kg akibat baterai besar tidak menjadi penghalang untuk berakselerasi.

Akselerasi Ferrari Luce dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam tuntas dalam waktu 2,5 detik saja.

Kecepatan ini mengukuhkan performa tingginya di jalur aspal.

Teknologi Suspensi dan Karakter Suara

Meski bobot totalnya mendekati 2,5 ton, pabrikan meminimalkan gejala limbung dengan menyematkan suspensi aktif generasi ketiga turunan Ferrari F80 serta sistem independent 4-wheel steering.

Kelincahan kendaraan didukung oleh sistem Torque Vectoring yang membagi limpahan tenaga ke setiap roda secara independen dalam hitungan milidetik.

Sistem ini diklaim memberikan kelincahan setara mobil sport yang berbobot 400 kg lebih ringan.

Chief Executive Ferrari, Benedetto Vigna, mengatakan bahwa Luce—yang berarti "cahaya" dalam bahasa Italia—membutuhkan waktu setengah dekade (5 tahun) untuk dikembangkan.

Ferrari juga menghindari manipulasi suara mesin artifisial melalui speaker kabin. Mereka memasang alat pengukur getaran (accelerometer) presisi pada poros roda belakang untuk menangkap getaran asli komponen berputar.

Sinyal mekanis tersebut kemudian disaring dan diamplifikasi lewat sistem khusus yang bekerja mirip gitar listrik. Mekanisme ini menghasilkan raungan EV autentik yang tingkat volumenya dapat disesuaikan oleh pengemudi.

Pemesanan unit untuk pasar Eropa akan dibuka pada akhir tahun ini dengan banderol mulai dari €520.000 atau berkisar Rp 12 miliaran.

>>> Shihlin Luncurkan Crunchy Chicken Skin, Camilan Praktis di 100 Outlet

Sementara untuk pasar Amerika Serikat dan wilayah global lainnya baru akan mendapatkan distribusi unit pada kuartal kedua tahun 2027.