New York Knicks memastikan tiket ke babak Final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999.

Mereka menumbangkan Cleveland Cavaliers pada laga Game 4 Final Wilayah Timur di Rocket Arena, Senin malam waktu setempat.

>>> New York Knicks Lolos ke Final NBA Usai Sapu Bersih Cleveland Cavaliers

Kemenangan ini menggenapi keunggulan mutlak Knicks menjadi 4-0. Performa dominan tersebut memperpanjang rekor sepuluh kemenangan beruntun mereka di fase playoff.

Sapu bersih ini dipicu oleh rapuhnya pertahanan Cleveland Cavaliers. Mereka gagal membendung kolektivitas tim tamu.

Sepanjang seri ini, semua pemain utama di lima posisi awal New York Knicks berhasil mencatatkan rata-rata di atas 14 poin per pertandingan.

Kontras dengan tim tamu, kubu Cavaliers justru mengalami kelelahan dan penurunan mental yang signifikan.

Kondisi itu terjadi setelah Cavaliers sempat menyia-nyiakan keunggulan 22 poin pada kuarter keempat di Game 1.

Sebelum kekalahan telak ini terjadi, pengamat olahraga Jon Metler memberikan analisis mengenai potensi kebangkitan salah satu pilar New York Knicks.

>>> Jadwal Lengkap MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello Akhir Mei

Ia menyebut Karl-Anthony Towns berada dalam posisi utama untuk melampaui angka tertentu.

Akurasi tembakan perimeter dari Towns dinilai menjadi strategi jitu untuk memecah konsentrasi pertahanan wilayah Cleveland Cavaliers.

Di sisi lain, sorotan tajam juga mengarah pada performa barisan cadangan Knicks seperti Landry Shamet yang tampil efisien dengan akurasi tembakan tiga angka mencapai 54,8 persen selama babak playoff.

Kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri langsung memicu gejolak besar di internal manajemen Cleveland Cavaliers. Mereka kini memiliki beban pengeluaran gaji pemain tertinggi di liga.

Kegagalan total di Final Wilayah Timur ini memaksa manajemen untuk mengevaluasi jajaran kepelatihan serta masa depan empat pemain pilar mereka, termasuk James Harden dan Jarrett Allen.

>>> Ganda Putri Indonesia Tersingkir di Babak Awal Singapore Open 2026

Langkah ini dilakukan untuk merombak kedalaman skuad menyongsong musim depan.