Philadelphia 76ers dikabarkan aktif memburu forward Cleveland Cavaliers, Dean Wade, menjelang pembukaan bursa bebas NBA pada Selasa pukul 18.00 ET.

Tim asal Pennsylvania itu memiliki sejumlah slot roster yang harus diisi setelah NBA Draft 2026 dan memperpanjang opsi tim untuk Dominick Barlow serta Dalen Terry.

>>> Hasil Pemilu Primer Colorado: Weiser dan Hickenlooper Menang

Masalah utama Sixers adalah kedalaman di posisi forward, terutama setelah melepas Trendon Watford dan kemungkinan kehilangan Kelly Oubre Jr. yang menjadi unrestricted free agent.

Ketertarikan ini didorong oleh presiden operasi basket Sixers yang baru, Mike Gansey, yang sebelumnya merekrut Wade sebagai undrafted free agent di Cleveland.

Menurut laporan Marc Stein dan Jake Fischer, Wade memiliki banyak peminat di liga, tetapi Gansey menjadi pengagum beratnya.

Namun, masih ada kemungkinan Wade bertahan di Cavaliers.

Wade, 29 tahun, telah menghabiskan tujuh musim penuh kariernya bersama Cleveland, mulai dari kontrak two-way hingga kontrak tiga tahun senilai $18,5 juta.

>>> 50 Anggota Parlemen Eropa Desak FIFA Investigasi Infantino soal Penghargaan untuk Trump

Ia memiliki rata-rata tembakan tiga angka sebesar 36,7 persen sepanjang karier, dengan 73,8 persen percobaan field goal berasal dari luar garis tiga angka.

Secara defensif, forward setinggi 6 kaki 9 inci ini memiliki rentang lengan 7 kaki dan mampu bertukar posisi di berbagai skema pertahanan.

Data dari Fear the Sword menunjukkan Cleveland tampil 3,0 poin lebih baik per game dengan Wade di lapangan musim lalu, dan meningkat menjadi 10,6 poin di postseason.

Lineup yang menampilkan Wade bersama Jarrett Allen dan Evan Mobley mencatat defensive rating 99,4, berada di persentil ke-100 di seluruh liga.

Pasar Wade sangat kompetitif, dengan perkiraan permintaan kontrak mencapai full non-taxpayer mid-level exception senilai $15 juta per tahun.

>>> Kontrak Shueisha untuk Manga Karakter Marvel Berakhir 30 September

Cleveland memegang Bird rights Wade, sehingga bisa melebihi salary cap untuk mempertahankannya, meski hal itu bisa memengaruhi posisi mereka terhadap luxury tax aprons setelah James Harden memilih keluar dari kontraknya.