Sutradara Emerald Fennell mengkritik film-film berlatar sejarah yang dinilai tidak realistis karena menampilkan karakter perempuan dengan standar kebersihan terlalu mulus.

Kritik tersebut mendasari konsep penyutradaraan adaptasi novel klasik Wuthering Heights yang digarapnya.

>>> Bakrie Brothers Rights Issue Rp4,76 Triliun, Ini Rincian Penggunaan Dana

"Di mana coba pisau cukur yang digunakan perempuan-perempuan itu saat itu?" seloroh Fennell dalam sebuah acara industri film, seperti dilaporkan The Guardian.

Fennell merasa heran dengan penampilan para karakter perempuan dalam film adaptasi sejarah yang tampak terlalu bersih dari bulu tubuh.

"Mereka semua tampak tanpa bulu seperti belut. Saya selalu merasa, 'Apa yang sebenarnya terjadi?'

Ini benar-benar gila," ujar Fennell.

Kegelisahan tersebut membuat Fennell awalnya bersikeras agar karakter Catherine 'Cathy' Earnshaw yang diperankan Margot Robbie tampil dengan ketiak berbulu lebat demi mencerminkan norma sosial akhir tahun 1700-an.

Namun, adegan itu terpaksa dipotong di ruang penyuntingan demi efisiensi durasi film.

Adegan Ikan dan Proses Kreatif

Selain membahas bulu ketiak, Fennell membagikan cerita di balik adegan sensual saat Cathy memasukkan jari ke dalam mulut seekor ikan dalam lapisan jeli gurih.

Ide spontan tersebut muncul dari pemikiran Fennell sendiri saat melihat hidangan aspic ikan.

"Saya melihat hidangan ikan dalam aspic lalu berpikir, 'Saya ingin memasukkan jari saya ke dalam mulutnya'," kenang Fennell.

Ia mengaitkan tindakan impulsif tersebut dengan visualisasi dari emosi karakter yang sedang mengalami tekanan emosional.

"Kemudian saya berpikir, 'Nah, jika karaktermu sedang merasa terjebak dan mengalami frustrasi seksual yang luar biasa, mungkin hal pertama yang akan kamu lakukan adalah...'

," tutur Fennell.

Tim produksi menyiapkan berbagai pilihan properti ikan untuk mendukung adegan tersebut, mulai dari ikan mainan hingga ikan asli berlipstik.