Fred Perry menghadirkan pameran bertajuk "DNA" di Plaza Senayan, Jakarta. Eksibisi ini menampilkan perjalanan panjang merek dari pakaian olahraga Inggris menjadi simbol budaya global.

Pameran berlangsung selama 10 hari, mulai 22 hingga 31 Mei 2026. Area Fountain Plaza Senayan dipilih sebagai lokasi untuk mendekatkan sejarah merek kepada pencinta mode tanah air.

>>> Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Perdana Luce, Hasil Kolaborasi dengan LoveFrom

Hubungan erat antara fashion dan musik telah menyatukan kedua unsur tersebut selama puluhan tahun. Eksibisi ini juga berfungsi sebagai wadah berkumpul bagi komunitas kreatif lokal.

Pengunjung disuguhkan berbagai elemen musik, kultur, dan gaya hidup yang melekat pada identitas Fred Perry.

Logo Laurel Wreath yang ikonik telah melewati berbagai era serta lintas generasi selama lebih dari 70 tahun.

Pameran mengajak publik melihat langsung jajaran "Hero Styles" yang menjadi tonggak sejarah.

Koleksi yang dipajang meliputi The Fred Perry Shirt, polo shirt yang melekat dengan subkultur dunia, serta The Tennis Bomber.

Terdapat pula The Taped Track Jacket yang berevolusi menjadi bagian dari kultur rave dan musik.

>>> Pep Guardiola Pamit dari Manchester City dalam Parade Pesta Perpisahan

Selain itu, ada The Barrel Bag yang fungsional serta sneakers klasik The Tennis Shoes.

Eksibisi di Jakarta ini memamerkan koleksi arsip eksklusif dan kolaborasi legendaris untuk pertama kalinya.

Karya bersama nama besar seperti Amy Winehouse, Gorillaz, Comme des Garçons, hingga Stüssy dipajang di area pameran.

Aktivitas Komunitas dan Penampilan Musik Lokal

Suasana perhelatan semakin hidup lewat kehadiran berbagai aktivitas komunitas. Penyelenggara menyediakan bar khusus dari Modernhaus dan mengadakan pertandingan tenis meja komunitas.

Panggung hiburan diramaikan oleh pertunjukan musik dari Jugo Djarot, The Patras, Tomorrow People Ensemble, hingga Greybox Ensemble. Pengunjung juga disuguhkan penampilan DJ set dari SCRBS!

serta Shaq.

>>> Harga Emas Pegadaian 26 Mei 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Turun

Komunitas musik lokal turut terlibat aktif lewat sesi open deck. Beberapa di antaranya adalah Laidback Records, This Happy Feeling, dan Fever Sounds.