Pertandingan pamungkas sang manajer berakhir emosional saat Manchester City menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa. Guardiola sempat meneteskan air mata selepas laga.

Malam Perpisahan yang Emosional

Dalam acara puncak perpisahan, para pemain membawa seluruh piala yang diraih selama era Guardiola ke atas panggung.

Sekitar 19 ribu penonton hadir, diikuti sesi wawancara perpisahan bersama personel Oasis, Noel Gallagher.

"Perpisahan untuk John (Stones), Bernie (Bernardo Silva), dan semua legenda luar biasa seperti Vinny (Vincent Kompany), Fernandinho, Eddy (Ederson), Jack (Grealish), dan masih banyak lagi," kata Pep Guardiola.

Guardiola mengungkapkan bahwa momen malam perpisahan itu memperlihatkan kekuatan hubungan emosional yang erat. Ia menyebut hubungan antara dirinya, manajemen klub, dan seluruh pendukung sejak hari pertama kedatangannya.

"Saya merasa malam ini benar-benar menunjukkan koneksi yang dimiliki klub ini. Khaldoon Al Mubarak, semua orang di klub, dan semua fans City yang sudah terhubung sejak menit pertama.

Terima kasih banyak. Rasa terima kasih saya tidak akan pernah cukup.

Selamanya, sepanjang hidup saya, kalian akan selalu ada di hati saya," tutur Pep Guardiola.

Sebagai bentuk penghormatan jangka panjang, pihak manajemen klub memutuskan mengganti nama Tribun Utara Stadion Etihad menjadi nama Pep Guardiola.

>>> Xiaomi 17T Siap Meluncur Global Akhir Mei 2026

Mereka juga berencana mendirikan sebuah patung dirinya.