Pengembang properti Linktown meresmikan kantor cabang baru di Semarang, Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan memperkuat penetrasi pasar properti di wilayah Joglosemar (Yogyakarta-Solo-Semarang).

Kantor Semarang menjadi cabang ke-8 Linktown secara nasional. Ini juga merupakan operasional pertama di Jawa Tengah.

>>> Resep Bolu Ketan Bebas Gluten Viral Terinspirasi Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng

Sebelumnya, perusahaan telah memiliki basis operasional di Bekasi, BSD, Kota Wisata, Surabaya, By Walk, Bandung, dan Bali.

Alasan Ekspansi ke Semarang

Co-Founder Linktown, Abel Andy Kurniajaya, mengatakan ekspansi didorong oleh tingginya permintaan pasar properti di Jawa Tengah. Khususnya di Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Bertambahnya pengembang yang menjalin kerja sama eksklusif juga memperkuat keyakinan perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis di wilayah tersebut.

"Semarang merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat.

Kota ini ditunjang oleh infrastruktur lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa.

Kami melihat potensi besar untuk pertumbuhan transaksi properti di wilayah ini," ujar Abel.

>>> Foto Viral Kelly Osbourne Kurus Ekstrem Diduga Hasil Manipulasi AI

Aktivitas Bisnis Sebelumnya

Sebelum memiliki kantor fisik, Linktown telah memulai aktivitas bisnis secara daring sejak 2025.

Melalui lini bisnis take over pinjaman dan KPR, perusahaan mencatatkan transaksi senilai Rp28,5 miliar dari 18 transaksi.

Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa pasar properti Semarang memiliki prospek menjanjikan.

"Kehadiran kantor cabang fisik diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tim sekaligus meningkatkan fokus perusahaan dalam penjualan properti primary maupun secondary," tutur Abel.

Fundamental Pasar yang Kuat

Co-Founder Linktown, Deryan Nataniel, menilai Semarang memiliki fundamental pasar yang kokoh.

Pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 6,49% pada 2025, menjadikannya salah satu pusat bisnis utama di Jawa Tengah.

>>> Tugu Insurance Salurkan Donasi Kaki Palsu untuk 40 Korban Kecelakaan

"Selain didukung pertumbuhan developer lokal, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk turut menjadi faktor pendorong permintaan properti," kata Deryan.