Sebanyak tujuh pemerintah daerah, dinas, dan instansi menjalin kemitraan strategis dengan Nyalanesia.

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung dalam Literacy Collaboration Forum yang menjadi bagian dari Festival Literasi Nasional (FLN) 2026.

>>> Karyawan Senior Meta di Singapura Di-PHK Sehari Setelah Melatih Tim Baru

Acara digelar di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta. Forum bertema "10 Tahun Bergerak, Terbitkan Dampak" ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

Rangkaian kegiatan meliputi makan malam, peluncuran NyalaApps, dan pelantikan Sosialisator Program Literasi Nasional. Diskusi interaktif mengenai pendidikan daerah juga menjadi agenda utama.

Apresiasi untuk Gerakan Literasi

Pemerintah Kota Surakarta memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Nyalanesia selama satu dekade.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta saat membacakan sambutan Wali Kota Surakarta.

"Nyalanesia selama 10 tahun terakhir menjadi contoh bagaimana gerakan masyarakat dapat memberi kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan Indonesia," ujarnya.

Konsistensi dalam membangun ekosistem literasi hingga menjangkau ribuan sekolah merupakan capaian yang patut diapresiasi.

Project Manager FLN 2026, Imam Subchan, menjelaskan bahwa forum ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi. Menurutnya, pertumbuhan literasi membutuhkan ekosistem yang melibatkan sekolah, komunitas, hingga dunia usaha.

"Perubahan besar dalam pendidikan tidak pernah lahir dari satu tangan, tetapi dari banyak tangan yang memilih bergandengan," ujarnya.

Dampak Nyata bagi Generasi Muda

Founder dan CEO Nyalanesia, Lenang Manggala, menekankan bahwa pencapaian satu dekade diukur dari dampak nyata pada anak-anak.

Keberhasilan gerakan ini terlihat dari munculnya kemampuan berpikir kritis dan menulis pada generasi muda.

"Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa dampak Nyalanesia itu bukan hanya angka-angka, tapi juga anak-anak yang ternyata mereka bisa berpikir, mereka bisa menulis," ujar Lenang.