"Jadi, bagaimana cara keluarga ingin saling terkoneksi, tapi mereka belum benar-benar tahu caranya. Lalu dengan adanya kehilangan, ada salah satu anak yang pergi dari rumah," lanjut Ariani Darmawan.

Sementara itu, Meiske Taurisia menambahkan bahwa film ini pada dasarnya menggambarkan ekspresi cinta di dalam keluarga yang penuh dengan kompleksitas emosi.

"Film ini sebenarnya bentuk cinta, bentuk ekspresi cinta dengan berbagai lapisan dan kompleksitas.

Antara kesal tapi tetap sayang, rindu tapi kadang memilih menjauh, itu semua rasanya ada di dalam keluarga. Tapi tetap saja, itulah keluarga," kata Meiske Taurisia.

Melalui dinamika tersebut, film ini berupaya menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga dan merawat ikatan keluarga meskipun tidak ada keluarga yang sempurna.

"Jadi, momen-momen seperti ini membuat kita berpikir bahwa pada akhirnya, keluarga itu sangat penting untuk dirawat.

Keluarga tidak pernah sempurna, dan memang tidak perlu dipaksakan untuk sempurna," ucap Meiske Taurisia.

>>> Celyna Grace Juara Indonesian Idol XIV, Bawa Pulang Rp150 Juta dan Mobil

"Yang penting adalah bagaimana dalam ketidaksempurnaan itu, kita tetap berusaha menjaga dan merawatnya. Mungkin itu yang saya pikir penting di film Desember Jani," pungkas Meiske Taurisia.