Saya rasa cukup tangguh perempuan-perempuan yang ada di Palari, dan itu juga dilanjutkan dalam film Desember Jani," kata Meiske Taurisia.

Sorotan utama film ini juga tertuju pada gejolak emosi perempuan dalam ruang lingkup rumah tangga sehari-hari. Narasi yang dibangun memperlihatkan interaksi mendalam antaranggota keluarga.

"Film ini benar-benar menampilkan sebuah emosi perempuan di rumah, cerita kehidupan sehari-hari, seorang ibu yang menjadi orang tahu tunggal, ada nenek juga, dan ada dua anak perempuan," tutur Meiske Taurisia.

Kendati demikian, pihak produksi mengaku bahwa keterlibatan seluruh perempuan ini tidak dirancang secara sengaja sejak awal berdasarkan aspek jender.

Hal itu berkembang secara alami.

>>> Celyna Grace vs Niki Becker Perebutkan Juara Indonesian Idol XIV

"Jadi, dari awal kita tidak pernah merancang bahwa kita harus membuat film tentang perempuan. Tidak pernah ada dalam pikiran saya untuk merancang sesuatu berdasarkan gender.

Apalagi rasanya tidak begitu," ucap Meiske Taurisia.

"Kebetulan ya memang semuanya berjenis kelamin perempuan. Jadi, semesta yang sudah membentuk seperti itu," sambung Meiske Taurisia.

Esensi Cerita Keluarga

Terkait esensi cerita, sutradara Ariani Darmawan memaparkan bahwa film keluarga ini merefleksikan jalinan komunikasi yang kerap tersumbat antaranggota keluarga di dunia nyata.

"Ketika kita pulang, apa yang kita akan bawa? Ini film tentang banyak hal ya sebetulnya.

Ini film tentang keluarga," ujar Ariani Darmawan.

Ariani Darmawan juga menilai bagaimana sebuah maksud baik dalam komunikasi keluarga terkadang gagal tersampaikan dengan tepat.

"Kita melihat bagaimana hubungan keluarga kadang kita tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin kita katakan, dan ketika kita mengatakannya, belum tentu juga tersampaikan dengan baik," kata Ariani Darmawan.