Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan tiga saham emiten pada Selasa (26/5/2026).

Langkah ini diambil karena terindikasi terjadi transaksi tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

>>> BMKG: Batam Alami Hujan Ringan pada 26 Mei 2026

Ketiga saham yang masuk dalam radar pengawasan intensif adalah PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH), dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK).

Performa Saham Bervariasi

Saham TCPI terpantau stagnan dalam sebulan terakhir. Namun secara year to date (ytd) masih menguat 26,3 persen.

Saham RSCH melemah 9,6 persen dalam sebulan dan turun 36,1 persen secara ytd.

>>> 6 Tips Menjaga Pola Makan Sehat saat Idul Adha

Sementara saham MARK melemah 5,13 persen dalam sebulan dan turun 0,61 persen secara ytd.

Manajemen BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan pelanggaran peraturan pasar modal. Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut.

Investor diminta bersikap cermat dan memperhatikan tanggapan resmi dari manajemen emiten.

>>> SeaBank Indonesia Catat Laba Bersih Rp375,6 Miliar pada Kuartal I 2026

Pelaku pasar juga diimbau meninjau kembali aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS serta mempertimbangkan risiko sebelum berinvestasi.