Seorang petani asal Kota Longtang, Guangdong Barat, China, harus menjalani operasi besar setelah menderita masalah saluran kemih yang parah selama tiga tahun.

Pria bernama samaran Chen ini awalnya mengira gejala tersebut hanya gangguan prostat biasa.

>>> Arab Saudi Gunakan AI dan Drone untuk Kendalikan Kerumunan Jemaah Haji

Chen enggan memeriksakan diri ke dokter karena tidak ingin mengambil cuti kerja. Ia hanya mengandalkan obat-obatan biasa untuk meredakan rasa sakit saat buang air kecil.

Seiring waktu, kondisi kesehatannya terus memburuk. Ia bahkan takut bepergian jauh dari rumah dan sering terbangun pada malam hari hingga kurang istirahat.

Akhirnya, Chen memutuskan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Pemeriksaan dilakukan di departemen urologi rumah sakit afiliasi Guangdong Medical University di Xuwen.

Tim dokter menemukan batu berukuran sangat besar di dalam kandung kemih petani tersebut.

Wakil Kepala Departemen Urologi, Dr. Lin Yuan, mengungkapkan bahwa batu itu memiliki panjang 13 cm, lebar 10 cm, dan berat mencapai 1,3 kg.

Ukuran batu kandung kemih tersebut diperkirakan sama dengan dua kepalan tangan orang dewasa.

>>> Sani B Hermawan: Orang Tua Kunci Bangun Budaya Literasi Anak

Hasil rontgen menunjukkan bahwa bongkahan batu raksasa itu telah memenuhi sebagian besar ruang di dalam kandung kemih Chen.

Pihak medis menegaskan bahwa keberadaan batu tersebut dapat mengancam nyawa pasien. Hal ini disebabkan oleh tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada dinding kandung kemih.

Rumah sakit di China kemudian membentuk tim khusus dan menyusun rencana operasi untuk mengangkat batu tersebut.

Prosedur pembedahan berjalan sukses dan berhasil membebaskan Chen dari rasa sakit yang dideritanya.

"Seandainya saya datang berobat tiga tahun lalu, saya tidak akan menderita begitu banyak tanpa alasan," kata Chen kepada dokter.

>>> Umat Muslim Sambut Hari Arafah 2026 dengan Puasa dan Doa

Pihak kedokteran menyatakan bahwa batu kandung kemih ini merupakan yang terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Guangdong, meskipun bukan yang terbesar di dunia.