Persib Bandung sukses mengamankan gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Kepastian itu didapat setelah Maung Bandung bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5/2026).

>>> IFK Goteborg Tahan Imbang Mjallby AIF Tanpa Gol di Allsvenskan

Hasil imbang tersebut sudah cukup bagi skuad asuhan Bojan Hodak untuk mencatatkan hattrick gelar juara.

Kemenangan pesaing terdekat, Borneo FC, atas Malut United pada hari yang sama tidak mengubah posisi puncak karena Persib unggul head to head.

Analisis Pengamat: Mental Baja dan Keberuntungan

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, memberikan analisis mendalam mengenai performa konsisten Marc Klok dan kawan-kawan. Ia menilai titik balik performa Pangeran Biru sudah terlihat sebelum laga terakhir.

"Menurut saya, kuncinya sudah terjadi saat mereka bisa membalikkan keadaan ketika berhadapan dengan Dewa United.

Mereka sempat tertinggal 0-2, namun akhirnya bisa menyamakannya menjadi 2-2," kata Ropan via kanal YouTube Bung Ropan.

Faktor krusial lain adalah momen kebangkitan dramatis saat melakoni laga tandang ke markas Bhayangkara FC di Lampung. Persib tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dengan skor 4-2.

"Yang lebih heroik lagi adalah remontada mereka melawan Bayangkara.

>>> AFC Gelar Undian Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Akhir Mei

Saya berpikir, bermain di Lampung yang sangat sulit karena Bayangkara yang sebelumnya sukses mengalahkan Persija saat itu sempat unggul 2-0.

Tapi kemudian Persib bisa membalikkan keadaan dan akhirnya menang dengan skor 4-2," tukas Ropan.

Ropan menambahkan bahwa kekalahan pada dua pertandingan krusial itu dipastikan bakal menutup peluang juara Persib. Jika momen tersebut gagal dimaksimalkan, persaingan diprediksi akan menjadi milik Borneo FC.

Ketangguhan mental para pemain Persib mendapat pujian tinggi karena konsistensi bangkit dari posisi tertinggal. Ropan juga mengaitkan keberhasilan ini dengan faktor keberuntungan.

"Mereka punya mental baja dan semangat juang yang tidak kenal menyerah. Untuk mengejar ketinggalan, memang butuh mental yang kuat.

Selain itu, dalam sepak bola ada juga faktor keberuntungan. Saya melihat Dewi Fortuna ada di Persib," ujarnya.

>>> Barcelona Bungkam Getafe Dua Gol Tanpa Balas, Kokoh di Puncak Klasemen

Ia menyimpulkan bahwa keunggulan mental dan keberuntungan didukung penuh oleh aspek teknis yang merata. Kombinasi kualitas pelatih serta kedalaman skuad menjadi fondasi utama kesuksesan Persib.