TikTok mulai memperluas jangkauan fitur monetisasi berbasis lokasi terbaru bernama TikTok GO. Langkah ini menghubungkan kreator konten, pengguna, dan pelaku bisnis lokal dalam satu ekosistem digital.

Melalui fitur ini, kreator dapat menandai lokasi bisnis secara langsung di dalam video. Lokasi yang bisa disematkan mencakup restoran, hotel, kafe, hingga destinasi wisata.

>>> Microsoft Copilot Tidak Bisa Dihapus Hanya dengan Mengubah Registry Editor

TikTok GO menjadi bagian dari strategi platform video pendek tersebut untuk memperluas model social commerce. Strategi ini mengintegrasikan aktivitas media sosial dan transaksi digital dalam satu aplikasi.

Integrasi tersebut membuat proses pencarian informasi, rekomendasi, hingga pemesanan dapat dilakukan tanpa pengguna harus berpindah platform.

Skema ini memberi ruang promosi baru bagi bisnis lokal yang ingin menjangkau konsumen melalui konten organik.

Secara fungsi, TikTok GO menggabungkan sistem afiliasi digital dengan layanan lokasi atau konten berbasis posisi geografis.

Saat mengunggah video, kreator dapat menambahkan penanda lokasi merchant yang telah terintegrasi ke dalam sistem TikTok.

Penanda tersebut akan muncul dalam bentuk ikon atau label lokasi pada bagian video. Saat pengguna mengetuk label itu, sistem segera menampilkan halaman informasi terkait tempat yang dipromosikan.

Informasi yang ditampilkan mencakup alamat, layanan yang tersedia, detail lokasi, hingga penawaran tertentu sesuai integrasi merchant.

Jika pengguna melakukan reservasi atau pembelian melalui halaman tersebut, aktivitas itu dicatat sebagai konversi dari video kreator.

Kehadiran fitur ini juga sejalan dengan perubahan perilaku konsumen digital saat ini.

>>> Keluarga Siapkan Kurban atas Nama Vidi Aldiano

Konten ulasan tempat makan, hotel, dan destinasi wisata kini semakin sering dijadikan referensi sebelum pengguna mengambil keputusan pembelian.