Produsen ponsel asal China, Xiaomi, memproyeksikan lonjakan harga perangkat genggam dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini dipicu oleh melambungnya biaya produksi komponen secara global.

CEO Xiaomi Lei Jun menyampaikan peringatan tersebut pada acara peluncuran Xiaomi 17 Max, Kamis (21/5/2026). Ia meminta konsumen tidak menunda pembelian perangkat baru.

>>> 15 HP Samsung Terbaru 2026 Mulai Rp1 Jutaan Hingga Midrange

Kenaikan harga suku cadang utama seperti RAM dan memori penyimpanan menjadi pemicu utama tren ini. Pihak manajemen Xiaomi saat ini masih berupaya meredam dampak kenaikan ongkos produksi.

Langkah antisipasi dilakukan melalui optimalisasi teknologi serta efisiensi rantai pasokan internal perusahaan.

Namun, stabilitas harga jual di pasaran diperkirakan sulit bertahan jika harga pasokan komponen hulu terus bergerak naik.

>>> Realme C100i Resmi di Indonesia: Baterai 7000mAh dan Sertifikasi Militer

Tren peningkatan harga chip memori diproyeksikan masih akan berlangsung setidaknya hingga tahun 2028. Tekanan serupa juga dirasakan oleh lini perangkat kelas atas dari produsen kompetitor.

Presiden Xiaomi Group Lu Weibing mengonfirmasi bahwa harga ponsel unggulan premium di pasar domestik China berpotensi menembus angka 10.000 yuan atau sekitar Rp 25 juta pada akhir tahun ini.

Imbas dari situasi tersebut kini mulai terlihat melalui pergerakan harga di pasar lokal.

>>> Samsung Salip Apple dalam Kepuasan Pelanggan Smartphone di AS

Sejumlah model ponsel pintar dilaporkan telah mengalami penyesuaian harga naik berkisar antara 200 hingga 400 yuan atau setara Rp 520.372 sampai Rp 1 juta sejak Maret 2026.