Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi memicu kenaikan harga perangkat elektronik impor, khususnya produk Apple seperti iPhone dan MacBook di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan oleh Map Zona Adiperkasa, anak perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), pada Senin (25/5/2026).

>>> Lenovo Luncurkan ThinkPad E14 dan E16 2026 dengan Prosesor Intel Core Ultra

Meskipun ada tekanan dari kurs mata uang asing, daya beli masyarakat dan permintaan pasar dalam negeri terhadap gawai premium tersebut dilaporkan masih stabil.

GM Marketing Apple Business Map Zona Adiperkasa, Farah Fausa Winarsih, menjelaskan kondisi harga terkini di tengah fluktuasi nilai tukar saat peluncuran MacBook Neo di Digimap Pacific Place.

"Kalau produk baru saat ini harganya masih tetap," kata Farah.

Penyesuaian harga kemungkinan besar akan menyasar produk-produk lama. Seluruh perangkat yang didatangkan dari luar negeri sangat bergantung pada pergerakan kurs dolar AS.

"Tapi untuk produk-produk lain mungkin akan ada penyesuaian karena semua produk impor pasti terdampak exchange rate dolar," sambung Farah.

Hingga saat ini, penurunan nilai rupiah belum memberikan dampak berarti pada minat beli konsumen di tanah air.

"Sejauh ini tidak mempengaruhi daya beli masyarakat," imbuh Farah.

>>> JBL Luncurkan Soundgear Clips Emerald Green Special Edition di Tiongkok

Pihak manajemen ritel teknologi premium ini mengakui bahwa penguatan dolar AS merupakan variabel eksternal yang tidak dapat diintervensi oleh perusahaan.

"Kenaikan dolar itu sesuatu yang di luar kendali kami. Sudah pasti ada efek terhadap pricing produk," jelas Farah.

Kendati demikian, Map Zona Adiperkasa berkomitmen untuk tetap berupaya menjaga agar lini produk gawai tersebut dapat dijangkau oleh target pasar mereka.

"Tapi dari kami, kami ingin selalu membuat produk Apple tetap affordable untuk semua orang," lanjut Farah.

Kelancaran pasokan barang juga dipastikan tidak mengalami kendala. Aktivitas impor tetap berjalan normal seperti biasa.

"Kalau dari segi impor dan total numbers masih tetap sama," ungkap Farah.

Perusahaan kini lebih berhati-hati dalam memantau situasi pasar serta pergerakan kurs nilai tukar dalam menentukan kebijakan harga ke depan.

>>> Konsep iPhone 20 Bocor: Layar Melengkung Empat Sisi Tanpa Tombol Fisik

"Kami hanya lebih conscious terhadap kondisi penjualan dan penyesuaian harga mengikuti perkembangan dolar yang berubah-ubah," tandas Farah.