Novak Djokovic membidik gelar keempat Prancis Terbuka sekaligus trofi Grand Slam ke-25 untuk menjadi petenis tunggal paling sukses dalam sejarah.

Ambisi besar Djokovic menghadapi tantangan dari Jannik Sinner yang belum terkalahkan di lapangan tanah liat sepanjang tahun ini.

>>> Novak Djokovic Hadapi Tantangan Fisik Berat di Roland Garros

Sinner datang ke Roland Garros dengan rekor kemenangan beruntun 29 pertandingan sejak Indian Wells Maret lalu.

Jalur Menuju Final

Djokovic berada di bagan berbeda dan baru bisa bertemu Sinner pada partai final.

Sinner sempat mengalahkan Djokovic dalam tiga set langsung pada semifinal turnamen tahun lalu.

Di babak pertama, Djokovic akan berhadapan dengan petenis berkemampuan servis keras, Giovanni Mpetshi-Perricard.

Pandangan Para Ahli

Mantan petenis nomor lima dunia Jimmy Arias memuji mentalitas Djokovic yang masih mampu bersaing di level tertinggi pada usianya.

Arias mengatakan Djokovic kini hanya fokus bermain di turnamen besar dan tetap tampil luar biasa, termasuk mencapai final Australia.

>>> Monza Tekuk Catanzaro Lewat Dua Gol Indah di Final Playoff Serie B

Ia juga menyebut pencapaian 24 gelar Grand Slam Djokovic terjadi di era keemasan saat bersaing dengan Roger Federer dan Rafael Nadal.

Arias mengingat pertama kali melihat Djokovic bermain pada perempat final Roland Garros melawan Nadal saat berusia 18 tahun.

Saat itu Djokovic kalah dalam dua set pertama dan mengundurkan diri, namun pernyataannya di hadapan pers menarik perhatian Arias.

Djokovic saat itu berkata, 'sayang sekali karena saya sebenarnya pemain yang lebih baik hari ini'. Arias pun sadar mentalitas Djokovic luar biasa.

Mantan petenis WTA Tour Alison Riske-Amritraj menempatkan Djokovic dalam kategori tersendiri sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang mengejar gelar ke-25.

Ia memprediksi keunggulan fisik Djokovic bisa muncul jika pertandingan berlangsung di bawah terik matahari melawan Sinner.

>>> Como 1907 Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions Usai Bantai Cremonese

Riske-Amritraj menekankan pola pikir Djokovic sebagai kekuatan utamanya yang telah mengubah cara pemain muda menjalani rutinitas harian.