Kekuatan mental inilah yang dinilai oleh Carlo Ancelotti menjadi pembeda besar bagi kedalaman lini serang Brasil.

"Ayah saya meninggal dunia ketika saya berusia 13 tahun. Saya mulai bekerja di pasar jalanan sebagai pengantar buah.

Saya juga bekerja sebagai tukang batu," ungkap Igor Thiago.

Ia menilai bahwa tekanan di dunia sepak bola profesional tidak sebanding dengan beratnya perjuangan fisik yang harus ia lalui demi menyambung hidup keluarganya dahulu.

Pengalaman bekerja serabutan sebelum menjadi pemain profesional di luar negeri disyukuri sebagai pembentuk karakter pantang menyerah.

"Saya memiliki beberapa pekerjaan sebelum menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapatkan kesempatan untuk bermain di luar negeri," tuturnya.

Di sisi lain, pelatih Brentford Thomas Frank sempat terkejut dengan nasib buruk yang menimpa sang striker di awal musim debutnya akibat infeksi sendi pascaoperasi meniskus yang membuatnya absen selama total 273 hari.

Sang manajer menilai kejadian infeksi langka tersebut sebagai situasi yang sangat tidak beruntung bagi timnya.

"Risiko terkena infeksi sendi sangat kecil, tetapi tampaknya kebalikannya terjadi pada pemain Brentford," ujar Thomas Frank.

>>> Girona Turun Kasta Setelah Imbang Melawan Elche

Saat ini, Brentford berada di posisi kesembilan klasemen dengan 52 poin dan masih berpeluang lolos ke kompetisi Eropa jika mampu mengalahkan Liverpool di putaran terakhir Premier League.