Masalah muncul pada dini hari menjelang akad. Orang tua Briptu Alim menghubungi keluarga Anisa dan menyampaikan kondisi anaknya mendadak memburuk.

Keluarga pria menyebut Briptu Alim mengalami sakit hingga tangan dan kaki sulit digerakkan serta penglihatannya kabur.

Meski demikian, acara di rumah mempelai perempuan tetap berjalan sambil menunggu kedatangan pihak pria.

Hingga pukul 10.00 WIT, calon pengantin laki-laki tak kunjung hadir. Pembawa acara terus menunda rangkaian kegiatan karena belum ada kepastian.

Keluarga Anisa akhirnya mendatangi rumah Briptu Alim di Kelurahan Jan sekitar pukul 11.30 WIT dengan harapan akad bisa tetap dilangsungkan di lokasi tersebut.

Ijab Kabul Ditolak

Saat tiba di rumah mempelai pria, suasana disebut tidak bersahabat. Keluarga Anisa kemudian masuk ke kamar untuk memastikan kondisi Briptu Alim.

"Saya masuk masih mengenakan busana pengantin lengkap. Saat melihat langsung kondisinya di dalam kamar, ternyata dia tidak sakit parah seperti yang diceritakan," kata Anisa.

Petugas Kantor Urusan Agama yang berada di lokasi sempat menawarkan solusi agar prosesi ijab kabul tetap berlangsung dengan cara diwakilkan.

Namun usulan itu ditolak Briptu Alim.

Setelah penolakan tersebut, keluarga Anisa memilih meninggalkan rumah pihak pria dan membatalkan seluruh rangkaian acara.

Somasi dan Tuntutan Rp400 Juta

Anisa mengaku belum menerima permintaan maaf maupun penjelasan resmi dari keluarga Briptu Alim setelah kejadian itu.

Karena itu, ia melayangkan somasi kepada anggota Densus 88 AT Polri tersebut.

Dalam somasi itu, Anisa meminta ganti rugi materi dan immateri sebesar Rp400 juta. Nilai tersebut mencakup biaya persiapan pernikahan serta kerugian yang dirasakan keluarga.

"Somasi tersebut berlaku selama tiga hari, namun sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali dari pihak mereka," ujarnya.

Anisa juga menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dan melaporkannya ke institusi kedinasan apabila somasi tidak direspons.

"Jika somasi ini tidak diindahkan, saya akan membuat laporan resmi. Saya berharap pimpinan Densus 88 Polri bisa memecat Briptu Alim," katanya.