“Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH,” tutur Mama Sinta.

Mama Sinta mengatakan komunikasi dengan pihak LBH Papua Pusaka sudah terputus setelah persoalan itu mencuat. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah atas pernyataan-pernyataan sebelumnya terkait proyek PSN di Papua.

“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada,” ucapnya.

Sementara itu, Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian atau Juple, membantah adanya perubahan sikap dari Mama Sinta terkait proyek food estate di Papua Selatan.

Ia mengaku baru mengetahui informasi soal dukungan Mama Sinta terhadap PSN. Menurutnya, hingga saat ini Mama Sinta masih berada dalam barisan kelompok masyarakat yang menolak proyek tersebut.

“Enggak ada, itu perlu diklarifikasi, itu informasi dari mana karena Mama Yasinta itu bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat dan organisasi-organisasi lain itu berkomitmen untuk terus menolak PSN yang ada di Papua Selatan,” kata Juple.