Fakta ini membuktikan bahwa gesekan pasang-surut air laut secara bertahap telah memperpanjang durasi hari seiring dengan posisi Bulan yang kian menjauh.

Dampak Nyata bagi Kehidupan di Bumi

Fenomena menjauhnya Bulan ini kerap memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari isu kiamat iklim hingga dampak fatal bagi kehidupan.

Namun, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan proses alamiah yang sangat lambat sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan.

Terkait dampaknya bagi manusia, efek yang ditimbulkan tidak terjadi secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, melainkan melalui mekanisme alam tertentu di Bumi.

Salah satu contoh yang paling nyata terlihat pada fenomena pasang-surut air laut yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi Bulan.

Di beberapa pusat pesisir dunia seperti New York dan Los Angeles, pergerakan ini mengubah permukaan air lokal hingga lima kaki.

Siklus pasang tinggi dan rendah ini turut menentukan ekosistem pesisir serta jalur pelayaran bagi nelayan dan kapal dagang.

Sementara itu, fenomena pergeseran Bulan ini tidak memberikan pengaruh langsung untuk sistem iklim karena durasi iklim bersifat tahunan hingga puluhan tahun.

>>> Sinopsis Shotgun Wedding, Tayang di Bioskop Trans TV 23 Mei 2026

Meskipun Bulan tidak akan pernah bisa benar-benar lepas dari gravitasi Bumi, pergeseran lambat ini menjadi pengingat bahwa planet kita berada dalam sistem kosmik yang dinamis dan terus berubah.