Duduk Bareng Tiga Kementerian

Untuk merumuskan solusi yang tepat guna, DCVI menyarankan adanya komunikasi intensif lintas sektoral.

Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri dalam menyusun standar regulasi tanpa mendengar masukan teknis dari para Agen Pemegang Merek (APM).

"Hal terbaik yang harus dilakukan adalah duduk bersama dengan Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, dan juga sangat penting untuk duduk bersama Menteri Lingkungan Hidup," ucap Naeem.

Kolaborasi ini dinilai krusial karena bisnis transportasi harus bermitra erat dengan pemerintah untuk melahirkan solusi yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

"Kita harus mencari solusi bersama secara kolektif, karena dunia usaha harus bermitra dengan pemerintah dalam memberikan jalan keluar," tuturnya.

Menyalurkan Aspirasi Melalui Gaikindo

Lebih lanjut, Naeem menegaskan bahwa langkah lobi atau penyampaian aspirasi industri otomotif tidak akan efektif jika dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri oleh satu merek tertentu.

Produsen otomotif, karoseri, operator armada, hingga pemerintah harus melebur dalam sebuah konsorsium terpadu.

"Kami melakukan banyak lobi, dan itu harus dilakukan melalui Gaikindo. Jika saya sebagai Daimler pergi menemui Kementerian Perindustrian sendirian, tidak akan terjadi apa-apa.

>>> Alasan PO Sinar Jaya Setia Gunakan Sasis Mercedes Benz untuk Armada Premium

Mereka akan mendengarkan Gaikindo karena aspirasi itu mewakili kepentingan bersama," jelas Naeem.