Alasan PO Sinar Jaya Setia Gunakan Sasis Mercedes Benz untuk Armada Premium
Operator bus asal Bekasi, PO Sinar Jaya, dikenal memiliki ribuan armada dengan tarif terjangkau. Namun untuk layanan premium AKAP jarak jauh, mereka mengandalkan sasis premium asal Eropa.
PO Sinar Jaya tetap memprioritaskan pabrikan asal Jerman, Mercedes-Benz, untuk armada kelas atas.
>>> Kenali Penyakit Khas Toyota Veloz Bekas dan Estimasi Biaya Perbaikannya
Langkah ini diambil di tengah persaingan ketat dengan PO bus lain yang menggunakan Scania atau Volvo.
Kerja Sama Dimulai Tahun 2017
Hubungan PO Sinar Jaya dengan Mercedes-Benz terbilang baru jika dibandingkan dengan kerja sama panjang mereka bersama Hino.
Sasis premium dari Jerman resmi memperkuat jajaran armada Sinar Jaya pada 2017.
Founder PO Sinar Jaya, Rasidin Karyana yang akrab disapa Pak Haji, menceritakan awal mula penggunaan sasis premium tersebut.
"Kita pakai Mercedes-Benz itu mulai tahun 2017. Waktu itu langsung pakai (tipe) 2542 double decker.
Ada dua unit waktu itu," ujar Pak Haji di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Keputusan berani mengoperasikan sasis tronton premium Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 menjadi pembuka jalan.
>>> QJMotor Luncurkan SRK 125 R1 dengan Winglet Agresif
Setelah itu, armada dengan logo bintang tiga terus bertambah dan mendominasi rute premium Sinar Jaya.
Kenyamanan Suspensi dan Citra Mewah
Karakteristik penumpang bus di Indonesia sangat memperhatikan kenyamanan, terutama untuk perjalanan jauh yang memakan waktu belasan jam. Kebutuhan ini berhasil dipenuhi oleh lini produk Mercedes-Benz.
Pak Haji menjelaskan pemilihan merek Jerman ini didasari ekspektasi penumpang yang menginginkan perjalanan dengan guncangan minim. Sasis bus Mercedes-Benz terkenal memiliki karakter suspensi yang lembut.
"Permintaan penumpang itu kami melihat mereka memang mengharapkan menikmati perjalanan yang lembut. Untuk kendaraan yang nyaman, handal, lebih dinikmati perjalanannya," tutur Pak Haji.
Faktor lain yang memengaruhi loyalitas ini adalah brand image kuat di benak masyarakat. Merek Mercedes-Benz identik dengan kemewahan dan kelas sosial tinggi di Indonesia.
"Toh ongkosnya juga sama dengan mereka naik bus merek lain. Tapi kalau dengan Mercedes-Benz, penumpang pasti akan cenderung pilih itu.
>>> Pemerintah Targetkan Insentif Mobil Listrik Murni Berlaku Juni 2026
Ketika penumpang masuk dan melihat busnya pakai Mercedes, itu langsung identik dengan kenyamanan dan kemewahan," tambah Pak Haji.
Update Terbaru
Transisi Kendaraan Niaga Listrik di Indonesia Masih Hadapi Jalan Berliku
Sabtu / 23-05-2026, 12:33 WIB
Suka Duka Tawa Puncaki Daftar 10 Film Netflix Teratas Akhir Pekan Ini
Sabtu / 23-05-2026, 12:33 WIB
Gianluigi Buffon Buka Peluang Kembali ke Parma Sebagai Direktur Klub
Sabtu / 23-05-2026, 12:28 WIB
Thunder Kalahkan Spurs 123-108, Wembanyama Rebound Menurun
Sabtu / 23-05-2026, 12:23 WIB
Polisi Sita Flare dan Petasan di GBLA Jelang Laga Persib vs Persijap
Sabtu / 23-05-2026, 12:23 WIB
Kominfo Blokir 500 Aplikasi Penghasil Uang Palsu, Kerugian Capai Rp45 Miliar
Sabtu / 23-05-2026, 12:20 WIB
Erin Tanggapi Laporan Mantan ART dengan Serahkan Bukti CCTV
Sabtu / 23-05-2026, 12:18 WIB
Kena Tilang ETLE Padahal Kendaraan Sudah Dijual? Begini Langkahnya
Sabtu / 23-05-2026, 12:13 WIB
HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Sabtu / 23-05-2026, 12:13 WIB
Jadwal MPL ID S17 Sabtu 23 Mei 2026: Penentu Nasib Tujuh Tim
Sabtu / 23-05-2026, 12:10 WIB
Imbas The White Lotus, Thailand Makin Gencar Ajak Asing Datang Syuting
Sabtu / 23-05-2026, 12:08 WIB
Tiket Konser Westlife di Jakarta Ludes dalam Satu Jam
Sabtu / 23-05-2026, 11:58 WIB
Semakin Banyak Warga Korea Pilih Kumpul Kebo, Ini Alasannya
Sabtu / 23-05-2026, 11:58 WIB
Infinity Ward Kembangkan Call of Duty Modern Warfare Terbaru, Black Ops 7 Dikecam
Sabtu / 23-05-2026, 11:53 WIB






