Kasus infeksi Covid-19 di Singapura kembali melonjak tajam. Lonjakan ini disebut sebagai siklus periodik yang sudah diperkirakan.

Communicable Diseases Agency (CDA) di bawah Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan estimasi kasus pada 3-9 Mei 2026 mencapai sekitar 8.000 kasus.

>>> Suhu Surabaya Menyengat Hari Ini, BMKG Ingatkan Indeks UV Ekstrem

Rata-rata harian pasien rawat inap saat itu sebanyak 56 kasus.

Pada periode 10-16 Mei 2026, angka infeksi melonjak menjadi 12.700 kasus. Rata-rata rawat inap harian naik menjadi 73 kasus per hari.

Jumlah pasien yang dirawat di ICU rata-rata satu orang setiap hari.

CDA menegaskan varian yang beredar secara lokal tidak menunjukkan tanda-tanda lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Varian yang dominan saat ini adalah NB. 1.8.1, turunan dari varian JN.

>>> 18 Rekomendasi Film Bioskop Terbaru Juni 2026, dari Horor hingga Animasi

1 yang memicu lebih dari setengah kasus penularan di Singapura.

Vaksin Covid-19 yang ada tetap efektif melindungi dari varian tersebut.

Penyebab Lonjakan

Menurut CDA, lonjakan periodik kasus infeksi Covid-19 diperkirakan terjadi seiring penyakit pernapasan endemik. Peningkatan kasus dapat dipicu berbagai faktor, termasuk penurunan kekebalan penduduk.

CDA mengimbau warga untuk memperbarui vaksinasi Covid-19, terutama kelompok rentan seperti warga berusia 60 tahun ke atas dan mereka yang rentan secara medis berusia 6 bulan ke atas.

>>> Quentin Tarantino Marah Besar dan Ancam Brad Pitt di Lokasi Syuting

Warga juga diimbau menerapkan kebiasaan pencegahan, seperti mencuci tangan secara teratur, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, memakai masker jika memiliki gejala pilek, sakit tenggorokan, atau demam, serta mengurangi interaksi sosial dan perjalanan jika sedang sakit.