Stuttgart asuhan Bruno Labbadia mencoba menyamakan kedudukan di menit akhir. Namun sundulan Shinji Okazaki gagal menemui sasaran.

"Pada akhirnya kami all-out dan benar-benar punya peluang untuk menyamakan kedudukan, tapi sundulan Okazaki sayangnya meleset," terang Gentner.

Gentner menyebut kekecewaan melanda tim setelah peluit panjang berbunyi. Meski demikian, tampil di final tetap menjadi pengalaman berharga.

"Tentu kekecewaan besar setelah pertandingan. Namun jika dilihat kembali, partisipasi final tetap menjadi pengalaman istimewa," sebut Gentner.

Optimisme Menjelang Final 2026

Menjelang perebutan trofi kali ini, Förster memberikan apresiasi terhadap kinerja pelatih Sebastian Hoeneß. Ia dinilai berhasil membentuk karakter bermain tim yang kompetitif.

"Tim menunjukkan kegigihan, semangat, dan kemauan besar musim lalu. Pelatih Sebastian Hoeneß melakukan pekerjaan luar biasa," puji Förster.

Förster meyakini peluang juara tetap terbuka lebar bagi Stuttgart jika para pemain mampu mempertahankan performa terbaik.

>>> Raphinha Puji Harry Kane dan Akui Cemas Hadapi Piala Dunia

"Bayern memang semacam lawan yang menakutkan, tapi jika para pemain dalam kondisi bagus, yang saya yakini, maka dalam perebutan gelar yang ditentukan dalam satu pertandingan, banyak hal bisa terjadi," tutur Förster.