"Kenangan saya tentang pertandingan ini juga tidak baik," ucap Guido Buchwald, mantan pemain Stuttgart.

Buchwald menilai timnya langsung dikejutkan permainan cepat Bayern sejak awal. Kekalahan itu menjadi kekalahan perdana Stuttgart di final piala domestik setelah sebelumnya juara pada 1954 dan 1958.

"Kami kaget, pertandingan cepat berakhir. Kami sebenarnya lebih baik dari yang terlihat," tambah Buchwald.

Förster menambahkan bahwa kelemahan di lini pertahanan menjadi faktor penentu. Meski ia berhasil memenangkan duel individu melawan penyerang Bayern, Dieter Hoeneß.

"Untuk mengalahkan Bayern, butuh sebelas pemain bagus di lapangan," tegas Förster.

>>> FC Bayern Munchen Tantang VfB Stuttgart di Final DFB-Pokal 2026

Kekalahan itu sangat mengecewakan bagi Förster karena cara bermain tim yang tidak maksimal. "Kami tidak cukup baik pada hari itu," lanjutnya.

"Kalah dari FCB bukanlah aib," pungkas Förster. "Namun cara kami kalah membuat saya sangat marah."

Final 2013: Treble Bayern

Kenangan buruk Stuttgart berlanjut pada final DFB-Pokal 1 Juni 2013.

Bayern yang dilatih Jupp Heynckes mengincar status sebagai tim Jerman pertama yang meraih treble setelah menjuarai liga dan Liga Champions.

Direktur Olahraga Stuttgart saat ini, Christian Gentner, mengenang tekanan besar dari deretan pemain bintang lawan seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Thomas Müller, dan Mario Gomez.

"Bayern adalah favorit jelas, mereka ingin menjadi tim Jerman pertama yang meraih treble," ingat Gentner.

Penjaga gawang Sven Ulreich tampil gemilang, namun Bayern unggul 3-0 melalui penalti Müller dan dua gol Gomez. Martin Harnik memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

"Lini depan Bayern dengan Robben, Ribery, Müller, dan mantan rekan kami Mario Gomez memberikan tekanan luar biasa," sambung Gentner.