Nissan mulai menjatah oli mesin sintetis dan memotong pengiriman ke dealer. Langkah ini diambil di tengah krisis minyak yang semakin parah.

Menurut pemberitaan Automotive News, pemotongan pasokan berlaku untuk oli 5W-30 dan 0W-20 yang diformulasikan khusus sesuai spesifikasi Nissan.

>>> Ferrari 348 Challenge Bernuansa General Lee Siap Dilelang

Mulai pekan ini, pasokan kedua oli sintetis itu dipangkas menjadi 70% (5W-30) dan 55% (0W-20) dari jumlah yang diterima tahun lalu.

Pemotongan signifikan ini disertai dengan instruksi kepada dealer untuk memprioritaskan pelanggan tertentu.

Dalam service bulletin, dealer diminta mengutamakan penggunaan oli asli Nissan untuk perbaikan garansi, garansi diperpanjang, perbaikan recall, goodwill, dan perawatan prabayar.

Artinya, jika Anda datang untuk ganti oli biasa, mungkin tidak akan mendapatkan oli versi khusus tersebut.

Krisis Minyak Meluas

Nissan tidak sendirian. Toyota juga telah memperingatkan dealer tentang kemungkinan kekurangan oli 0W-8 dan 0W-16 dari ExxonMobil.

Dealer didorong untuk melakukan substitusi oli mesin.

>>> Lexus RX Facelift: Perubahan Interior Lebih Signifikan dari Eksterior

Krisis ini berakar dari serangan AS ke Iran yang memicu lonjakan harga bensin dan solar.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, masalah baru muncul: kelangkaan oli mesin yang semakin memburuk.

AS adalah eksportir minyak utama, tetapi mengimpor hampir setengah dari base oil Grup III yang digunakan untuk membuat oli sintetis.

Independent Lubricant Manufacturers Association memperkirakan AS akan kehabisan base oil Grup III dari kawasan Teluk pada Juni.

Kelangkaan oli mesin diperkirakan berlangsung hingga pertengahan 2027 dan bisa mengancam produksi kendaraan baru.

>>> Stok Mobil Stellantis Membengkak, Dodge Paling Parah dengan 142 Hari Pasokan

CEO Petra Automotive Products, Arnold Gacita, mengatakan, "Kami semua berebut dan membayar harga gila-gilaan untuk mendapatkannya." Biaya tersebut pada akhirnya akan dibebankan ke konsumen.