Samsung kembali menunjukkan komitmennya di bidang layar fleksibel dengan mendaftarkan dua paten baru untuk perangkat rollable. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan sebagai inovator teknologi tampilan.

Laporan dari WearView pada Mei 2026 mengungkapkan bahwa salah satu konsep menawarkan pendekatan radikal. Konsep tersebut memungkinkan layar ponsel menjadi tidak terlihat sama sekali saat perangkat tidak digunakan.

>>> Bocoran Honor Win 2: Chipset 2nm dan Baterai 10.000 mAh untuk Gaming

Meskipun paten belum menjamin produksi massal, antusiasme publik cukup besar.

Samsung Display sebelumnya telah memamerkan prototipe OLED rollable dan slidable di ajang CES dan MWC beberapa tahun terakhir.

Dua Konsep Berbeda

Konsep pertama mirip dengan mayoritas ide ponsel rollable yang sudah beredar. Saat tertutup, perangkat tampak seperti smartphone standar berukuran sedang.

Ketika pengguna menarik sisi kiri dan kanan bodi secara horizontal, layar fleksibel meluas keluar dari sasis.

Mekanisme ini menciptakan permukaan tampilan yang lebih lebar tanpa engsel, sehingga bebas dari masalah lipatan permanen.

Desain kedua lebih revolusioner. Dalam mode siaga, perangkat tampak seperti batangan polos tanpa indikasi layar.

Layar fleksibel baru meluncur keluar dari dalam chassis saat kedua sisi bodi ditarik. Panel display yang muncul memiliki ukuran jauh lebih besar.

Samsung menjelaskan bahwa konsep ini dirancang untuk melindungi layar secara total.

>>> Xiaomi Luncurkan Xiaomi 17 Max dengan Baterai 8.000mAh dan Kamera Leica 200MP

Layar yang tersimpan di dalam bodi tidak bisa tergores, terkena debu, atau rusak akibat benturan saat di saku.

Layar hanya terpapar udara luar saat diaktifkan. Sistem mekanis ini mirip dengan retractable roof pada mobil sport.