Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan sanksi denda total Rp290 juta kepada PSIM Yogyakarta dan panitia pelaksana pertandingan.

Sanksi ini terkait insiden penyalaan flare pada laga penutup kontra Madura United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026).

>>> Bojan Hodak Kecam Pernyataan Manajemen Persib soal Konvoi Juara

Panitia Pelaksana pertandingan PSIM dinilai gagal mengamankan area stadion sehingga banyak flare menyala di sejumlah tribun.

Atas kelalaian tersebut, panitia pelaksana dikenakan denda sebesar Rp40 juta.

Sementara itu, manajemen klub Laskar Mataram mendapat hukuman denda sebesar Rp250 juta akibat aksi flare massal oleh suporter usai laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026.

Jumlah denda ini menjadi akumulasi hukuman finansial terbesar yang diterima PSIM pada musim ini.

Manajemen PSIM menyatakan menghormati seluruh keputusan Komite Disiplin PSSI dan berkomitmen menyelesaikan kewajiban pembayaran denda sesuai prosedur federasi.

>>> Borneo FC Samarinda Jaga Peluang Juara BRI Super League

"Insiden ini menjadi bahan refleksi bersama bahwa perjuangan mengawal tim kebanggaan harus senantiasa berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi," tulis pernyataan resmi manajemen PSIM pada Jumat (22/5/2026).

"Langkah evaluasi segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang," lanjut pernyataan tersebut.

Pihak manajemen menambahkan bahwa insiden di Stadion Sultan Agung ini menjadi perhatian serius untuk meningkatkan pengawasan serta keamanan laga kandang musim depan.

Langkah evaluasi menyeluruh dijalankan agar atmosfer pertandingan tetap kondusif tanpa merugikan klub secara finansial dan administratif.

>>> Arema FC Tekuk PSIM Yogyakarta 3-1 di Laga Terakhir BRI Super League

"Ke depan, manajemen mengajak seluruh elemen suporter untuk saling menjaga ketertiban demi melindungi klub dari hukuman yang jauh lebih berat," tutup pernyataan resmi manajemen PSIM.