Motivasi tambahan juga datang dari performa apik Veda Ega Pratama yang kini telah menembus Moto3 World Championship.

Kedekatan hubungan sebagai rekan satu tim dan teman sekamar pada musim lalu memicu semangat Ramadhipa untuk terus berkembang.

"Tentu saja, hal itu membuat saya semakin termotivasi. Kami sudah satu tim selama bertahun-tahun, dan tahun lalu kami juga tinggal bersama.

Jadi buat saya ini sangat menyenangkan bisa melihatnya menjalani musim rookie yang bagus di Moto3 World Championship.

Kami selalu bertarung bersama, dan melihatnya terus berkembang memberikan saya banyak energi," kata Ramadhipa.

Mengenai target di kelas baru, pembalap berusia 16 tahun ini memilih fokus pada pengembangan diri sendiri tanpa memikirkan tekanan dari rival lain.

Ia mencanangkan target pribadi untuk memburu zona podium.

"Saya akan mencoba meraih hasil yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dan saya juga ingin meningkatkan diri, bukan hanya sebagai pebalap, tetapi juga sebagai pribadi.

Namun, hal terpenting bagi saya adalah tidak membandingkan diri saya dengan pebalap atau rival lain," ujar Ramadhipa.

Evaluasi performa akan dititikberatkan pada pencapaiannya di musim-musim sebelumnya.

"Saya hanya ingin membandingkan diri saya dengan musim-musim saya sebelumnya. Dan tahun ini, lawan terbesar saya adalah diri saya sendiri.

Saya tidak ingin memberi tekanan tambahan kepada diri sendiri, tetapi saya punya target pribadi, seperti semua orang," ucap Ramadhipa.

Ambisi utamanya pada musim debut MotoJunior ini adalah konsisten bersaing di barisan depan.

"Target saya adalah berada sedekat mungkin dengan podium. Saya ingin menjadi lebih baik dibandingkan musim lalu di European Talent Cup," tutur Ramadhipa.

Faktor kunci yang ingin ditingkatkan oleh Ramadhipa sepanjang musim balap 2026 adalah stabilitas performa sejak sesi latihan hingga balapan utama.