"Tapi untungnya, persiapan diri yang saya lakukan saat jeda musim membuat saya terbiasa menyalurkan seluruh kekuatan fisik ke motor saat berkendara.

Motor Moto3 membutuhkan presisi yang sangat tinggi, dan kita perlu melewati proses adaptasi untuk bisa menghadapinya," tutur Ramadhipa.

Adaptasi tersebut terbukti berjalan lancar selama sesi tes pramusim di Sirkuit Valencia dan Barcelona.

Berdasarkan data tim mekanik, Ramadhipa mencatatkan kemajuan catatan waktu yang signifikan.

"Tes berjalan sangat baik.

Saya cepat mendapatkan feeling dengan motor dan juga mampu beradaptasi dengan baik, saya mencatatkan waktu 1:07 menit dan mencoba membandingkan data musim lalu bersama chief mechanic dengan catatan waktu 1:15 menit dan itu menjadikan saya lebih bersemangat, saya merasa nyaman dengan motor dan siap menghadapi balapan pertama," ungkap Ramadhipa.

Modal Pengalaman Musim Lalu

Pengalaman menjalani musim balap perdana di Eropa pada tahun lalu menjadi modal penting bagi Ramadhipa.

Ia kini mengaku lebih memahami karakteristik sirkuit serta situasi lingkungan di luar lintasan.

"Hal utama yang saya pelajari dari tahun lalu adalah karakter sirkuit dan layout, karena ini sangat penting, terutama ketika para rival sudah lebih terbiasa dengan trek-trek tersebut.

Selain itu, sekarang saya jauh lebih mengenal budaya, makanan, dan rutinitas di sini," jelas Ramadhipa.

Kemudahan proses adaptasi budaya ini membuatnya lebih percaya diri menatap musim kedua di Eropa.

"Tahun lalu semuanya masih sangat baru bagi saya dan adaptasi pada minggu-week awal tidak mudah.

>>> Arema FC Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-1 di Stadion Kanjuruhan

Tetapi sekarang, saya siap menghadapi tahun kedua di kejuaraan ini dan saya akan mencoba memanfaatkan pengalaman tersebut agar bisa lebih kompetitif dan lebih matang dibandingkan tahun lalu," sambung Ramadhipa.