Pemisahan divisi manufaktur memungkinkan VinFast mematangkan aspek teknologi tanpa beban finansial dari aset produksi domestik.

Entitas VFTP diharapkan dapat mengelola operasional secara lebih fleksibel sebagai basis manufaktur terbuka. Hal ini membuka ruang kolaborasi strategis dengan korporasi otomotif lain di masa mendatang.

>>> Alfa Romeo dan Maserati Siapkan Empat Model Baru hingga 2030

Head of Institutional Business VNDirect Securities Corp Quynh Cao menyebut keputusan ini sebagai langkah pragmatis untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Restrukturisasi ini berpotensi menarik minat merek kendaraan listrik global untuk menjadikan Vietnam sebagai basis produksi regional.

Manajemen VinFast memastikan seluruh proses restrukturisasi berjalan transparan dan tetap dalam ekosistem kepemilikan Pham Nhat Vuong. Operasional pabrik global di luar Vietnam tidak akan terdampak perubahan.

Target Laba pada 2027

VinFast menyatakan perbaikan struktur keuangan akan mengokohkan fundamental finansial. Setelah proses administrasi selesai, unit VinFast Vietnam diproyeksikan mampu mengeliminasi sebagian besar beban utang.

Melalui penataan ulang struktur modal, alokasi dana internal dapat diarahkan untuk akselerasi bisnis dan penetrasi pasar.

VinFast menargetkan mulai membukukan profitabilitas pada tahun 2027, lebih cepat dari rencana awal.

Bagi konsumen, VinFast menjamin restrukturisasi tidak memengaruhi kualitas produk atau layanan purnajual. Seluruh jaringan penjualan, garansi, dukungan teknis, dan pusat layanan pelanggan tetap beroperasi normal.

Negosiasi Masa Lalu dengan Foxconn

Konsep asset light bukan hal baru di industri kendaraan listrik global.

Analis otomotif Felipe Munoz menyebut produsen mobil listrik skala kecil lebih efisien jika fokus pada desain dan perangkat lunak, sementara produksi fisik didelegasikan ke pihak ketiga.

Dalam kesepakatan terbaru, pengelola baru pabrik VinFast dapat memproduksi mobil dan komponen baterai bagi korporasi otomotif lain.

Sejumlah produsen otomotif dikabarkan tengah mencermati peluang kerja sama dengan investor baru tersebut.

Pada tahun 2021, Vingroup sempat mengungkapkan pendekatan bisnis dari Foxconn, perusahaan manufaktur asal Taiwan. Foxconn saat itu menunjukkan ketertarikan pada lini manufaktur VinFast.

Namun, negosiasi tidak berhasil mencapai kesepakatan formal. Vingroup saat itu menyatakan tidak memiliki rencana menjual fasilitas manufaktur VinFast di Vietnam kepada Foxconn.

>>> Pahami Kelebihan Mobil Bekas Manual dan Matik untuk Pemula

Hingga laporan ini diturunkan, Foxconn belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan terbaru.