Misalnya, saya merasa cemas tentang Piala Dunia saat ini, tetapi itu tidak sama dengan berada 15 hari lagi menuju turnamen," jelasnya.

Tekanan serupa diyakini dirasakan setiap pesepak bola profesional. "Ini adalah rasa gugup yang wajar tentang bermain di turnamen ini.

>>> Arsenal Tantang PSG di Final Liga Champions 2025/2026

Piala Dunia adalah Piala Dunia – tidak mungkin menganggapnya enteng," ucapnya.

Raphinha juga membagikan impiannya mengenai laga final ideal Piala Dunia 2026. "Neymar dan Lamine Yamal telah sepakat untuk final Brasil melawan Spanyol.

Saya juga akan senang jika ada pertandingan seperti itu di final," katanya.

Ia percaya diri dengan komposisi skuad Brasil. "Saya tidak keberatan siapa yang bermain untuk tim lawan.

Kami juga memiliki banyak pemain berkualitas tinggi. Itu akan luar biasa, pertandingan yang sangat menarik," tuturnya.

Komitmen di Barcelona

Mengenai karier klubnya, Raphinha mengenang bursa transfer musim panas 2022. Ia menolak tawaran dua klub besar London demi bergabung dengan Barcelona.

"Saya mendapat tawaran dari tim Biru dan juga tim Merah dari London, tetapi keputusan terbaik dalam karier saya adalah bergabung dengan Barcelona," katanya.

Pemain asal Brasil ini juga memuji striker Bayern Munich, Harry Kane. "Ya, ia memiliki insting posisi yang luar biasa.

Ia bermain bagus dan mencetak gol. Saya memasukkannya ke dalam kategori pemain yang sangat hebat.

Dia hampir jenius, tapi jenius sangat langka di level itu," ujarnya.

Menurut laporan spesialis transfer Fabrizio Romano, Raphinha sepenuhnya berkomitmen bertahan di Barcelona. Ia tidak pernah mempertimbangkan serius kepindahan ke Timur Tengah.

Manajer Barcelona, Hansi Flick, turut menegaskan posisi sang pemain. "Raphinha tetap di sini.

Dia luar biasa. Di level ini, dia adalah salah satu pemain terpenting kami.

>>> Ajax Kalahkan FC Groningen di Semifinal Play-off Eropa

Bagi saya, dia akan tetap di sini selama bertahun-tahun. Saya senang dia kembali," kata Flick.