Penyerang sayap Barcelona, Raphinha, membagikan kisah kedekatan emosionalnya yang kuat dengan bintang muda Lamine Yamal.

Hubungan itu ia gambarkan seperti kakak dan adik, baik di dalam maupun di luar lapangan.

>>> Inter Miami Rampungkan Transfer Casemiro dari Manchester United

Raphinha, yang juga kapten tim, mengambil peran kepemimpinan di ruang ganti untuk membantu Yamal mengatasi tekanan besar bermain di klub raksasa Spanyol.

Dalam wawancara dengan TNT Sports, Raphinha menjelaskan makna selebrasi viral yang sering mereka lakukan bersama. "Dia sebelas tahun lebih muda dariku.

Soal selebrasi kami, kami melihatnya di internet dan setuju untuk melakukannya. Hasilnya bagus.

Tidak memiliki makna simbolis yang besar, mungkin lebih ke perasaan persaudaraan," ujar Raphinha.

Pemain berusia 29 tahun itu menegaskan bahwa ia berupaya membagikan pengalaman hidupnya demi mendukung perkembangan kedewasaan emosional Yamal.

Meski demikian, ia mengakui bahwa talenta alami Yamal yang berusia 18 tahun itu luar biasa.

"Saya juga mencoba mewariskan pengalaman hidup saya kepadanya. Jelas, karena kualitas individu dan bakatnya, tidak ada yang bisa saya ajarkan dalam hal itu.

Hal semacam itu tidak dipelajari dalam semalam. Itu bakat alami," tutur Raphinha.

Disiplin dan Teguran untuk Yamal

Walaupun mengagumi kualitas juniornya, Raphinha menekankan pentingnya kedisiplinan bagi para pemain muda.

Ia mengungkapkan bahwa para pemain senior di skuad Barcelona asuhan Hansi Flick tidak akan ragu menegur Yamal jika melakukan kesalahan atau kehilangan fokus.

"Dia anak yang sangat baik.

Dia selalu mendengarkan, sering meminta saran, dan bahkan jika dia melakukan hal bodoh, kami memanggil perhatiannya, dan dia mendengarkan.

Hubungan kami sangat baik meskipun ada perbedaan usia sebelas tahun," ujar Raphinha.