Arbeloa, yang menggantikan Xabi Alonso pada Januari 2026, belum mampu memangkas jarak dari pemuncak klasemen.

>>> Borneo FC vs Malut United: Laga Penentu Juara Super League

Kekalahan 1-2 di kandang Mallorca diikuti hasil 1–1 melawan Girona dalam bulan April yang krusial bagi Madrid.

Sementara itu, Real Madrid juga tersingkir dari perempat final Liga Champions oleh Bayern Munich. Petinggi Madrid dikabarkan sudah mengambil keputusan atas nasib Arbeloa pada akhir musim nanti.

Paradoks Madrid di Eropa dan Domestik

Paradoks bagi Real Madrid adalah performa mereka di liga sering kali tidak memengaruhi perjalanan di Eropa.

Dalam 20 tahun terakhir, mereka hampir meraih jumlah gelar Eropa (enam) yang sama dengan gelar liga (tujuh).

Sementara itu, Barcelona telah memenangkan 11 gelar liga dalam periode yang sama, dan Madrid belum mampu meraih gelar La Liga secara beruntun sejak 2008.

Meski Arbeloa mengisyaratkan adanya agenda tertentu terhadap Real Madrid di La Liga, para pendukung tim lawan akan menunjuk banyak insiden lain ketika Los Blancos justru dianggap diuntungkan oleh keputusan wasit.

Kemungkinan besar, bukan karena konspirasi, melainkan karena Eropa selalu menjadi prioritas utama Madrid.

Kemampuan klub untuk tampil maksimal di malam-malam besar Liga Champions menciptakan rasa kepemilikan terhadap kompetisi tersebut, yang kembali menguat setelah mereka memenangkan La Décima pada 2014.

Sebaliknya di liga musim ini, Madrid kesulitan menjaga konsistensi dan motivasi yang sama.

Setelah Barcelona kalah dari Girona pada Februari, Madrid yang saat itu fokus pada play-off Liga Champions melawan Benfica justru menelan dua kekalahan beruntun dari Osasuna dan Getafe.

Kemenangan dramatis 3–2 dalam derby Madrid bulan lalu sempat memberi momentum, tetapi kembali diikuti hasil mengecewakan melawan Mallorca dan Girona.

>>> Dieter Hecking Bawa Wolfsburg ke Babak Relegation Bundesliga

Jika melihat gambaran besar, tujuh gelar La Liga Madrid dalam 20 tahun terakhir juga bertepatan dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi di kompetisi tersebut, termasuk dari Barcelona era Pep Guardiola dan Atletico Madrid asuhan Diego Simeone.