Ahli bedah jantung sekaligus pakar kesehatan usus, Steven Gundry, membagikan rahasia umur panjang yang jarang diketahui banyak orang.

Ia mengungkapkan bahwa makanan fermentasi menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh.

>>> Insurance Class di Jogja Financial Festival 2026: Kunci Muda Kaya Raya, Tua Sejahtera

Menurut Gundry, banyak orang lebih fokus pada suplemen, padahal kebiasaan makan makanan fermentasi jauh lebih penting.

Makanan ini mendukung triliunan mikroba di usus yang memengaruhi pencernaan, sistem imun, metabolisme, dan peradangan.

Kesehatan usus memiliki kaitan erat dengan proses penuaan. Menjaga keseimbangan mikrobioma usus dinilai penting untuk kesehatan jangka panjang.

Berikut tiga makanan fermentasi yang direkomendasikan Gundry.

1. Kimchi

Gundry menyebut sayuran fermentasi seperti kimchi dan sauerkraut sebagai pilihan terbaik yang bisa dikonsumsi setiap hari.

"Jika harus memilih satu makanan fermentasi paling kuat, saya akan memilih sayuran fermentasi, terutama sauerkraut dan kimchi," katanya.

Makanan ini mengandung bakteri baik dan hasil fermentasi yang membantu menjaga lapisan usus serta sistem kekebalan tubuh.

Ia menyarankan memilih produk mentah atau unpasteurized yang biasanya dijual di lemari pendingin, namun produk kemasan biasa juga tetap bermanfaat.

>>> Polisi Temukan Kokain Rp137 M di Produk Skims Milik Kim Kardashian

2. Kopi dan Teh

Banyak orang tidak sadar bahwa kopi dan teh termasuk produk yang melalui proses fermentasi.

Proses ini membantu mengurangi rasa pahit dan meningkatkan kandungan polifenol, senyawa yang disukai bakteri baik di usus.

Gundry menyarankan memilih kopi light roast karena kandungan polifenolnya lebih tinggi. Ia juga tidak merekomendasikan menambahkan susu sapi ke kopi atau teh karena dapat mengurangi manfaat polifenol.

Sebagai alternatif, ia lebih memilih susu nabati seperti walnut milk atau hazelnut milk.

3. Kombucha hingga Kefir

Selain kimchi, Gundry rutin mengonsumsi kombucha, yogurt, dan kefir. Namun, ia mengingatkan untuk memperhatikan kandungan gula pada kombucha karena banyak produk di pasaran menyerupai minuman soda.

"Pilih yang gulanya rendah, di bawah lima gram," ujarnya.

Untuk yogurt, Gundry lebih memilih yogurt kambing atau domba tanpa tambahan gula dibanding yogurt sapi biasa.

Sementara kefir disebutnya sebagai versi yang lebih kuat karena mengandung lebih banyak bakteri baik, ragi, dan asam organik yang mendukung kesehatan usus.

>>> Harvard Setop Bagi-Bagi Nilai A ke Mahasiswa, Ada Apa?

Meski demikian, Gundry menegaskan masyarakat tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan besar dalam pola makan.