Anak-Anak Gambar Kumis Palsu untuk Kelabui Verifikasi Usia Online
Organisasi nirlaba asal Inggris, Internet Matters, mengungkapkan bahwa anak-anak berhasil mengelabui sistem pemindaian usia dengan menggambar kumis palsu di wajah mereka.
Temuan ini diumumkan pada Kamis (21/5/2026) berdasarkan survei terhadap 1.000 anak mengenai efektivitas sistem verifikasi usia daring.
>>> OpenAI Luncurkan Alat Verifikasi Gambar AI untuk Deteksi Misinformasi Visual
Sekitar 50 persen responden menyatakan bahwa sistem pemindaian batas usia tersebut sangat mudah ditembus.
Menurut laporan Internet Matters, pemahaman tentang celah keamanan ini sudah tersebar luas di kalangan anak-anak.
"Anak-anak menunjukkan kesadaran yang jelas tentang cara melewati pemeriksaan usia, baik melalui pengalaman mereka sendiri atau dengan mendengar metode dari orang lain," kata laporan tersebut.
Manipulasi fisik sederhana menjadi salah satu cara efektif untuk mengelabui algoritma kecerdasan buatan.
"Salah satu teknik yang disebutkan adalah anak-anak menggambar kumis pada diri mereka sendiri sehingga alat verifikasi akan mengira mereka lebih tua, yang dilaporkan berhasil dalam beberapa kasus," tambah laporan itu.
Kebijakan pemindaian usia kini diterapkan secara global untuk melindungi anak-anak di dunia maya.
>>> Joe Taslim Bocorkan Nasib Karakternya di Mortal Kombat III
Identifikasi identitas dewasa biasanya memerlukan unggahan dokumen resmi seperti SIM atau paspor melalui pihak ketiga sebelum akses ke situs sensitif diberikan.
Namun, para kritikus menolak regulasi ini karena khawatir akan ancaman terhadap kebebasan internet dan risiko kebocoran data sensitif.
Respons perusahaan teknologi terhadap regulasi ini bervariasi.
Apple telah merilis pembaruan perangkat lunak untuk kepatuhan hukum, sementara Meta dan Reddit menggabungkan verifikasi dokumen pemerintah dengan algoritma estimasi usia.
Sementara itu, Discord memilih menangguhkan implementasi sistem pemindaian setelah protes pengguna dan kekhawatiran keamanan data.
Taktik kumis palsu ini menambah daftar manipulasi anak-anak terhadap kamera pemindai.
>>> Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus Genjot Investasi AI
Beberapa anak menggunakan karakter gim video berwajah dewasa yang diarahkan ke kamera, sementara lainnya membuat ekspresi wajah aneh untuk mengelabui algoritma.
Update Terbaru
Pochettino Catat Rekor Kemenangan Terbanyak USMNT di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 06:28 WIB
Garrett Temple Pensiun, Gabung Staf Pelatih Dallas Mavericks
Senin / 06-07-2026, 06:28 WIB
Cole Palmer Kecewa Tak Dibawa ke Piala Dunia 2026, Inggris Lolos ke Babak Gugur
Senin / 06-07-2026, 06:22 WIB
Ayah Erling Haaland Buka Peluang Transfer ke Real Madrid
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhirnya
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Tiga Negara Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Insentif Mobil Listrik Ditunda Lagi ke Agustus, Hyundai Pilih Menunggu
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Haaland Samai Gol Mbappe dan Messi, Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Makin Panas
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
Kartu Merah Balogun Dicabut, Trump Desak FIFA
Senin / 06-07-2026, 06:21 WIB
7 Cara Mengajari Anak Mengenali Emosi agar Tidak Mudah Tantrum
Senin / 06-07-2026, 06:18 WIB
Brasil, Kanada, dan Paraguay Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 06:18 WIB
Insentif EV Diundur Lagi, Konsumen Diminta Tak Terlalu Berharap
Senin / 06-07-2026, 06:18 WIB
Jadwal Tayang Anime Reborn as a Space Mercenary dan Rangkaian Berita Anime 5-6 Juli 2026
Senin / 06-07-2026, 06:15 WIB
Saat Paris Membeku: Kisah Kota Bertahan di Suhu –24°C
Senin / 06-07-2026, 06:15 WIB







