"Tapi sekarang masih belum kabar, jadi kami masih tunggu update juga," kata Zeng Shuo.

Penyesuaian spesifikasi kendaraan atau pergeseran strategi penggunaan jenis baterai baru akan dibahas setelah dokumen legalitas dari pemerintah keluar.

Kejelasan payung hukum menjadi faktor krusial sebelum perusahaan mengucurkan investasi baru.

"Nanti harusnya ada informasi lebih resmi dan lebih jelas, kita baru bisa membahas untuk hal ini," ujar Zeng Shuo.

Aktivitas operasional Chery di Indonesia saat ini tetap berjalan normal dengan fokus pada penguatan investasi.

Pabrikan tersebut masih menjalankan skema perakitan lokal completely knocked down (CKD) untuk beberapa model kendaraan elektrifikasi yang dipasarkan di tanah air.

Chery belum mengambil langkah strategis lebih lanjut karena mayoritas mobil listrik mereka saat ini masih menggunakan baterai LFP.

>>> BYD M6 DM Resmi Meluncur, Siap Saingi Wuling Darion PHEV di Segmen MPV Elektrifikasi

Sikap ini muncul setelah adanya rencana formulasi subsidi baru yang sedang disiapkan pemerintah.