Trump Mobile mulai mendistribusikan ponsel T1 kepada sejumlah media, menandakan peluncuran resmi setelah penundaan sejak Agustus tahun lalu.

Perangkat seharga 499 dolar AS ini sempat dipesan awal oleh konsumen dengan uang muka 100 dolar AS, namun pengiriman tertunda.

>>> Samsung dan Google Pamerkan Kacamata Pintar AI di Google I/O 2026

Kontroversi Desain dan Label Produksi

Kemunculan terbaru Trump Mobile T1 memicu kontroversi karena perubahan desain yang signifikan dibanding versi awal.

Detail bendera Amerika Serikat di bagian belakang ponsel hanya memiliki 11 garis, bukan 13 seperti seharusnya.

Label produksi juga berubah dari klaim awal "Made in USA" menjadi "Proudly Assembled in the USA".

Hal ini memunculkan dugaan bahwa sebagian besar komponen perangkat berasal dari luar negeri.

Spesifikasi dan Dugaan Rebranding

Trump Mobile T1 dikabarkan menggunakan chipset Snapdragon seri 7, baterai 5.000 mAh, dan kamera utama 50MP dengan lensa ultra wide dan telefoto.

Ponsel ini juga masih mempertahankan slot microSD dan jack audio 3,5mm.

>>> Samsung, Xiaomi, dan Vivo Siapkan Flagship Ultra 2026 untuk Indonesia

Berdasarkan desain dan spesifikasi, banyak pihak menduga Trump Mobile T1 adalah versi rebranding dari HTC U24 Pro rilisan 2024.

Kemiripan bodi dan fitur perangkat dinilai sangat identik.

Hingga saat ini, perusahaan belum mengungkap spesifikasi resmi secara lengkap.

Perangkat entry-level dengan penyimpanan 256GB tetap dibanderol 499 dolar AS atau sekitar Rp8,85 juta.

Di pasar Amerika Serikat, harga tersebut masih tergolong kompetitif, namun sejumlah pengamat menilai spesifikasi yang beredar belum sebanding dengan nilai jualnya.

>>> Pengiriman HP di Asia Tenggara Turun, Samsung Kuasai Pasar

Perwakilan perusahaan sebelumnya sempat memberi bocoran terkait perangkat, namun spesifikasi resmi belum diungkap secara lengkap hingga saat ini.