Angka ini berada di bawah NJKB versi bertenaga listrik murni, BYD M6 EV, yang berkisar antara Rp 200 juta sampai Rp 280 jutaan.

>>> Volvo EX90 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2,55 Miliar

Perbedaan nilai jual tersebut memicu prediksi harga pasar yang lebih rendah bagi model hibrida ini. Perkiraan harga jual ke konsumen diperkirakan berkisar pada angka tiga ratus jutaan rupiah.

"Harganya lebih murah, estimasinya sekitar Rp 320 juta sampai Rp 380 juta," ujar tenaga penjual BYD kepada Kompas.

com pada Selasa (19/5/2026).

Sebagai perbandingan, model BYD M6 EV saat ini dipasarkan pada rentang harga Rp 380 juta hingga Rp 430 jutaan di Indonesia.

Jika prediksi harga versi PHEV ini akurat, model tersebut berpotensi menjadi opsi kendaraan plug-in hybrid paling murah di pasar lokal.

Teknologi Dual Mode BYD

Teknologi Dual Mode (DM) dari BYD pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 lewat tipe F3 DM. Sistem ini menggabungkan performa motor listrik dan mesin pembakaran internal.

Berbeda dari sistem hibrida konvensional, sistem DM memprioritaskan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara itu, mesin bensin bertindak sebagai penyokong daya dan menjaga efisiensi.

Secara spesifikasi teknis, model ini dipersenjatai mesin 1.5 liter yang memproduksi tenaga 72 kW atau 96,5 dk dan torsi 125 Nm.

Motor EHS 5.0 berkecepatan hingga 15.000 rpm turut disematkan.

Pabrikan mengklaim tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan ini mampu mencapai rata-rata 65 kilometer per liter.

BYD M6 DM merupakan kendaraan PHEV pertama BYD di Indonesia.

>>> Alva Respons Potensi Kenaikan Harga Motor Listrik Akibat Kurs Rupiah

Teknologi Dual Mode (DM) pertama kali diperkenalkan pada 2008 melalui model F3 DM, yang menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal dengan prioritas penggerak listrik.