Yayasan Nonaktifkan Kepala SMK Swasta di Pamulang Terkait Dugaan Grooming
Yayasan penyelenggara sebuah SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan, mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kepala sekolah. Keputusan ini diambil setelah muncul dugaan tindakan child grooming terhadap seorang siswi.
Manajemen sekolah bergerak cepat merespons unggahan viral dari akun anonim. Unggahan tersebut mengungkap modus pelaku yang mendekati murid perempuan yang kurang mendapat perhatian ayah.
>>> Jerome Polin Disorot Usai Unggah Candaan soal Guru di Threads
Proses investigasi internal kini tengah berjalan. Pihak yayasan memastikan pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi.
Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” tulis pihak sekolah di akun Instagram @letrispamulangofficial.
Modus dan Dampak Child Grooming
Child grooming adalah aksi eksploitasi emosional dan seksual yang dimulai dengan manipulasi psikologis. Pelaku membangun kepercayaan korban melalui pujian, perhatian, hingga hadiah.
Menurut penjelasan medis, pelaku sering memosisikan diri sebagai sosok pelindung. Mereka tampil sangat memahami kondisi psikologis anak di bawah umur.
>>> Suzuki Karimun 2026 Dirumorkan Hadir Lagi, City Car Irit dengan Kabin Lega Kembali Jadi Sorotan
“Menjadi tempat curhat, bahkan tampil seperti sosok yang 'paling memahami' anak.
Anak akhirnya merasa nyaman, bergantung, lalu batas relasi sehat mulai dikaburkan,” kata spesialis kejiwaan dr Lahargo Kembaren, SpKJ kepada detikcom, Senin (18/5/2026).
Dampak psikologis dari pola manipulatif ini sangat berbahaya. Korban bisa mengalami trauma mendalam, gangguan kecemasan, dan hilangnya rasa aman.
Efek buruk tersebut berpotensi merusak kemampuan korban membangun hubungan interpersonal yang sehat saat dewasa. Hal ini akibat krisis kepercayaan yang dialami.
“Ini dapat menyebabkan gangguan relasi saat dewasa nanti.
Banyak korban mengalami kebingungan karena pelaku sebelumnya dianggap sebagai sosok baik atau figur yang dipercaya tapi saat ini berubah menjadi sosok yang menakutkan dan membuat tidak nyaman,” tandasnya.
Update Terbaru
Starvision Rilis Sekawan Limo 2 di Bioskop Indonesia 27 Mei 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Polisi Tahan Kim Se Ui Terkait Pencemaran Nama Baik Kim Soo Hyun
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Pemkot Yogyakarta Pastikan Kelayakan Sapi Kurban Bantuan Presiden
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
MSCI Coret Saham BSDE dari Small Cap Index, Harga Tertekan
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Terpopuler: Shakira Menang di Pengadilan Hingga Syifa Hadju Foto Bareng Ji Chang Wook
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Berawan hingga Cerah Esok Hari
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Boyolali untuk Kurban
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Pendapatan VKTR Melonjak 58 Persen pada Kuartal I 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Kota Bogor Cerah Sepanjang Hari Ini
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Pochettino Coret Diego Luna dan Tanner Tessmann dari Skuad Piala Dunia 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Warga Buenos Aires Berburu Stiker Album Panini Piala Dunia 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Vivo S60 Siap Meluncur dengan Tiga Kamera Belakang 50 MP
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
5 Cara Mengatasi HP Samsung yang Terjebak di Safe Mode
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Harga Emas Dunia 27 Mei 2026 Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB






