Kemitraan strategis ini tercapai setelah G42 sepakat memenuhi syarat dari Amerika Serikat untuk melepaskan investasi yang terhubung dengan China.

G42 juga setuju menghapus seluruh perangkat Huawei dari ekosistem teknologi mereka. Proyek data center ini menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Afrika Timur.

>>> GitLab Pangkas Karyawan demi Transformasi Teknologi Kecerdasan Buatan

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Microsoft dengan perusahaan kecerdasan buatan G42.

Kemitraan strategis ini tercapai setelah G42 sepakat memenuhi syarat dari Amerika Serikat untuk melepaskan investasi yang terhubung dengan China serta menghapus seluruh perangkat Huawei dari ekosistem teknologi mereka.

Konteks tambahan

– – – Teknologi – – Microsoft Tunda Proyek Data Center di Kenya Akibat Pasokan Listrik Microsoft Tunda Proyek Data Center di Kenya Akibat Pasokan Listrik Galang Ramadhan Published May 17, 2026 - 11:05 2 Reads Last Update May 17, 2026 - 11:05 – WhatsApp – – – Ilustrasi data center AI.

Hambatan ini terjadi karena pemerintah Kenya belum mampu memenuhi tuntutan jaminan kapasitas listrik tahunan yang diperlukan untuk operasional fasilitas tersebut.

Keterbatasan pasokan daya ini memicu kekhawatiran besar bagi stabilitas energi di negara tersebut, sebagaimana dilansir dari Tekno.

Kebutuhan daya yang sangat masif menjadi alasan utama proyek strategis di kawasan Afrika Timur ini belum bisa berjalan sesuai rencana.

Presiden Kenya, William Ruto memberikan penjelasan mengenai besarnya skala energi yang dibutuhkan oleh fasilitas komputasi awan tersebut.

Ia memberikan gambaran mengenai dampak logistik jika permintaan pemenuhan daya tersebut dipaksakan dalam kondisi infrastruktur saat ini.

Also Read Proyek Data Center Microsoft Senilai USD 1 Miliar di Kenya Terancam Mandek "Pemerintah Kenya kemungkinan harus mematikan listrik separuh negara demi menjaga data center tersebut tetap beroperasi," kata William Ruto, Presiden Kenya.

Infrastruktur ini sedianya ditempatkan di wilayah Olkaria, Rift Valley, dengan memanfaatkan pasokan energi panas bumi.

Pada rencana awal, fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas 100 megawatt untuk fase pertama dan diproyeksikan berkembang hingga mencapai 1 gigawatt dalam jangka panjang.

Jika proyek mencapai kapasitas maksimal, pusat data tersebut akan menyerap sepertiga dari total daya nasional negara tersebut.

>>> Elon Musk Curi Perhatian dengan Ekspresi Jenaka di Jamuan Makan Malam Kenegaraan China

Also Read Microsoft Mengaku Windows Update Sering Picu Masalah Stabilitas PC Kendati menghadapi kendala pasokan energi yang masif, otoritas setempat memastikan bahwa rencana pembangunan ini tidak dihentikan secara permanen.