Masyarakat non-Kristen pun turut hadir menyaksikan pertunjukan wayang. Hal ini menunjukkan bahwa seni mampu merangkul perbedaan dan mempererat kerukunan.

Pendekatan inkulturasi seperti ini dinilai efektif dalam misi penginjilan. Gereja tidak hanya berbicara dalam bahasa doktrin, tetapi juga melalui budaya setempat.

Harapan ke Depan

GKJ Gondokusuman berencana melanjutkan tradisi kolaborasi seni dan ibadah ini. Mereka ingin terus mengembangkan metode kreatif dalam pelayanan gereja.

Ibadah Sabtu Sunyi dengan wayang kulit diharapkan menjadi inspirasi bagi gereja lain. Perpaduan antara tradisi dan modernitas dapat memperkaya pengalaman spiritual umat.

>>> Kapan Drakor We Are All Trying Here Episode 11-12 Tayang? Berikut Spoiler dan Link di Netflix bukan LK21: Dong Man Hadapi Tekanan Industri Film

Melalui kegiatan ini, GKJ Gondokusuman turut melestarikan budaya Jawa. Wayang kulit sebagai warisan leluhur tetap hidup dan relevan dalam konteks kekinian.