Biadab Bener ini Pelaku, Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta
Dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak di Yogyakarta memicu reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ia meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk mengusut kasus tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di sebuah daycare di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian setempat.
Minta Penindakan Tegas
Sahroni menilai tindakan kekerasan terhadap anak tidak dapat ditoleransi. Ia mendesak Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan perhatian penuh dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses hukum.
"Ini benar-benar kebiadaban yang tidak bisa dimaafkan. Saya minta Kapolda DI Yogyakarta memberikan atensi penuh atas kasus ini dan mengamankan semua pihak yang terlibat," ujarnya.
Ia juga menyoroti informasi mengenai pimpinan yayasan yang disebut memiliki latar belakang sebagai hakim aktif. Menurutnya, jika hal tersebut terbukti, perlu ada tindakan tegas dari lembaga terkait.
"Kalau benar, saya minta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung agar pecat yang bersangkutan dan polisi juga lanjut pidanakan," katanya.
Masih Dalam Penyelidikan
Pihak kepolisian melalui Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta menyatakan tengah mendalami dugaan penganiayaan yang melibatkan pengelola daycare tersebut.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.
Soal Perizinan Daycare
Selain dugaan kekerasan, fasilitas penitipan anak tersebut diketahui belum memiliki izin operasional. Hal ini menjadi perhatian tambahan dalam penanganan kasus.
Sahroni meminta aparat, khususnya unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan daycare, terutama terkait aspek legalitas.
Menurutnya, langkah penggerebekan yang dilakukan aparat bersama instansi terkait sudah tepat dan perlu terus diperkuat ke depan.
Update Terbaru
Samsung Raih Kontrak Raksasa Rp3.200 Triliun untuk Produksi Chip Broadcom
Sabtu / 25-07-2026, 21:21 WIB
Bangkai Kapal Berusia 500 Tahun Ditemukan di Gurun Namibia, Simpan 2.000 Koin Emas dan 17 Ton Tembaga
Sabtu / 25-07-2026, 21:21 WIB
10 Superfood untuk Penderita Diabetes, Mudah Ditemukan
Sabtu / 25-07-2026, 21:21 WIB
5 Rekomendasi Sepeda Gunung Phoenix Terlaris di Shopee, Harga Mulai Rp950 Ribuan
Sabtu / 25-07-2026, 21:16 WIB
Cara Mengatasi Bedak Terlalu Putih Tanpa Harus Hapus Makeup
Sabtu / 25-07-2026, 21:16 WIB
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
Sabtu / 25-07-2026, 21:16 WIB
Waspada Investasi Bodong, Kenali Proses Kredit Resmi ala Bank Mandiri Taspen
Sabtu / 25-07-2026, 21:16 WIB
IRGC Hentikan Empat Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Iran-AS Meningkat
Sabtu / 25-07-2026, 21:16 WIB
Kejagung Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan
Sabtu / 25-07-2026, 21:15 WIB
Kredit Rp2.575 Triliun Menganggur di Bank, Ini Penjelasan OJK
Sabtu / 25-07-2026, 21:15 WIB
Cara Cek Status Penyaluran Bansos 2026 Tahap 1, 2, dan 3
Sabtu / 25-07-2026, 21:12 WIB
Cara Cek Kebenaran 5 Game Penghasil Saldo DANA di Play Store 2026
Sabtu / 25-07-2026, 21:12 WIB
Wabah Diare Akibat Parasit di AS Makin Parah, Klaim Pemerintah Dipertanyakan
Sabtu / 25-07-2026, 20:46 WIB
Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca Putusan MK soal Sisa Kuota
Sabtu / 25-07-2026, 20:46 WIB







