Tim kesehatan kelompok terbang (Kloter) 12 asal Palembang langsung melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi fisik para jemaah haji setibanya di Kota Madinah pada Selasa, 9 Juni 2026.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penurunan kesehatan jemaah, terutama yang masuk kategori risiko tinggi dan memiliki riwayat penyakit bawaan.

>>> Tiket BTS Jakarta 2026 Dijual Ulang hingga Tiga Kali Lipat Setelah Presale Ludes

Evaluasi medis dipimpin langsung oleh dokter kloter guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan dan obat-obatan yang memadai.

Sebanyak 436 jemaah yang terbagi dalam 11 rombongan berada di bawah pengawasan medis.

Dari jumlah tersebut, sekitar 350 orang diidentifikasi memiliki risiko kesehatan tinggi, didominasi kelompok lanjut usia dengan penyakit penyerta.

"Begitu sampai di Madinah, yang pertama tetap kami lakukan adalah memantau kembali kondisi jemaah, terutama yang berisiko tinggi dan memiliki riwayat penyakit sebelumnya," ujar Vera, Dokter Kloter PLM 12.

Pemeriksaan serupa juga telah dilakukan sebelum rombongan meninggalkan Makkah untuk memastikan stabilitas fisik selama perjalanan.

Penanganan medis awal dioptimalkan di tingkat kloter, namun pasien akan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia jika membutuhkan perawatan lanjutan.

"Terutama yang risiko tinggi, yang punya riwayat kesehatan kurang baik, kami evaluasi ulang dan dipantau lebih ketat.

Kami pastikan juga obat-obatan yang rutin diminum lengkap dan tetap dikonsumsi," kata Vera.

Bagi jemaah yang harus dirawat di rumah sakit setempat, keberangkatan ke kota berikutnya ditunda hingga kondisi fisik dinyatakan membaik.

Manajemen kesehatan ini terbukti mampu mengawal seluruh fase krusial ibadah, termasuk periode Armuzna, dengan aman.

>>> Astra Fokus pada Tiga Bisnis Inti dan Siapkan Buyback Rp 8 Triliun