Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Laut Banda.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, demikian hasil analisis BMKG.

>>> Jorge Martin Tuntut Perbaikan Keselamatan Sirkuit Barcelona Usai Alami Gegar Otak

Lokasi dan Parameter Gempa

Episenter gempa terletak di koordinat 6,41 Lintang Selatan dan 129,97 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut sekitar 260 kilometer arah barat laut Kota Tiakur, Maluku.

Kedalaman gempa mencapai 178 kilometer di bawah permukaan laut.

Mekanisme dan Dampak

BMKG menyebut gempa ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng.

Mekanisme sumber gempa adalah pergerakan sesar naik (thrust fault).

Guncangan dirasakan di sejumlah daerah dengan skala intensitas II hingga III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan berarti akibat gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

>>> Ratusan Jemaah Haji Maros Pilih Skema Ifrad pada Musim Haji 2026

Aktivitas Sesar Tolitoli

Selain gempa di Laut Banda, BMKG juga mengawasi aktivitas sesar aktif di wilayah Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Sesar Tolitoli merupakan salah satu sesar aktif yang perlu diwaspadai karena dapat memicu gempa bumi.

BMKG terus memantau pergerakan sesar ini melalui jaringan seismograf dan data GPS.

Masyarakat di sekitar Tolitoli diimbau untuk selalu siap siaga dan memahami jalur evakuasi.

Rekomendasi BMKG

BMKG mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Oleh karena itu, mitigasi bencana harus terus ditingkatkan di seluruh wilayah.

Masyarakat disarankan untuk memastikan bangunan rumah tahan gempa dan menyiapkan tas siaga bencana.

>>> Persib Bandung Berpeluang Kunci Gelar Juara Super League 2025-2026

Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG dan instansi terkait.